facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Batal Beli Lovebird, Pemuda Dikeroyok 6 Orang Hingga Alami Pendarahan Otak

Antonio Juao Silvester Bano Selasa, 16 Maret 2021 | 22:47 WIB

Batal Beli Lovebird, Pemuda Dikeroyok 6 Orang Hingga Alami Pendarahan Otak
ILUSTRASI Seorang pemuda mejadi korban pengeroyokan gegara batal beli burung lovebird. [ANTARA]

NES (21) babak belur usai menjadi bulan-bulanan enam pria lain setelah batal beli burung jenis lovebird.

SuaraBekaci.id - NES (21) babak belur usai menjadi jadi korban pengeroyokan enam pria lain gegara batal beli burung lovebird. Dia dikeroyok enam pria lain di usai bertemu untuk melihat burung lovebird yang akan dibeli.

Peristiwa pegeroyokan karena burung lovebird itu terjadi di Desa Sedayu, Kabupaten Karanganyar pada Selasa (23/2/2021) pukul 22.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Tegar Satrio Wicaksono, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla mengatakan, peristiwa bermula saat NES memesan burung jenis lovebirds kepada tersangka AF, 21 seharga Rp600 ribu.

"Korban pesan barang. Barang sudah ada, tetapi korban enggak jadi beli. Padahal pelaku sudah menyediakan barang dan menalangi," katanya dilansir dari Solopos.com -- jaringan Suara.com, Selasa (16/3/2021).

Baca Juga: Geger Ada Mayat Terduduk di Warung Kopi Dagen, Namanya Yanti

Tegar mengatakan, hal itu membuat AF emosi dan memukul NES.

Pesta Miras

Sebelum kejadian, AF bersama lima orang rekannya, yakni MAP (21) MTZ (22) ACD (20), CH (50) dan AAB (19) sedang asik pesta miras di lokasi kejadian.

Di tengah pesta miras, AF menghubungi NES untuk menyelesaikan masalah.

Sesampainya di TKP, tersangka AF dan korban berbincang-bincang. Bahkan, NES sempat meminta maaf karena tidak jadi membeli burung lovebird yang telah dipesan.

Baca Juga: Pemilik Warung di Karanganyar Ditemukan Tewas Terduduk, Begini Kondisinya

"Korban mengobrol dan minta maaf, tetapi pelaku enggak mau memaafkan. Tersangka lantas menganiaya korban diikuti teman-teman lain," ungkap Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait