- NEXT Indonesia Center mencatat penanaman modal asing sektor jasa lainnya mencapai Rp100,4 triliun pada Januari-September 2026.
- Jawa Barat menjadi tujuan utama investasi asing tersebut dengan nilai Rp53,6 triliun akibat pembangunan pusat data.
- Realisasi penanaman modal asing nasional mencapai Rp777,8 triliun dan menopang pertumbuhan investasi di tengah pelemahan domestik.
Meski PMA tumbuh positif, NEXT mencatat investasi domestik justru mengalami kontraksi. PMDN masing-masing turun 7,77 persen pada triwulan II dan 7,48 persen pada triwulan III 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"PMA memang mampu menopang pertumbuhan investasi ketika PMDN melemah. Namun, kondisi ini juga perlu menjadi perhatian karena pertumbuhan investasi yang sehat membutuhkan kontribusi modal asing dan domestik secara seimbang," ujar Ade.
Dia menilai pelemahan investasi domestik berkaitan dengan permintaan pasar yang belum kuat, tingginya biaya produksi dan pembiayaan, serta ketidakpastian regulasi. Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku usaha memilih menahan ekspansi.
Karena itu, peningkatan investasi asing perlu diikuti perbaikan iklim usaha agar pelaku usaha dalam negeri kembali memiliki ruang untuk berkembang.
Ade menekankan pentingnya konsistensi regulasi, efisiensi birokrasi, serta kemudahan berusaha untuk mendorong pemulihan investasi domestik.
"Memperbaiki iklim usaha bagi pelaku domestik ini penting, pemerintah perlu memastikan kepastian regulasi dan kemudahan berusaha agar pelaku usaha dalam negeri kembali memiliki ruang untuk berekspansi," katanya.
Dia juga mengingatkan agar peningkatan PMA memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian nasional, terutama melalui penguatan keterkaitan investasi asing dengan rantai pasok lokal.
"Akan tetapi, penguatan PMA ke depan juga harus diselaraskan dengan pemulihan investasi domestik serta penguatan rantai pasok lokal agar pertumbuhan ekonomi nasional dapat berjalan secara inklusif dan merata," ujarnya.
Sementara itu, BKPM mencatat realisasi investasi nasional sepanjang Januari-September 2026 tumbuh 7,3 persen secara tahunan.
Baca Juga: Siap-Siap Hemat Air! BMKG Prediksi Kemarau Jawa Barat Lebih Kering dan Lama
Capaian sebesar Rp1.539,2 triliun tersebut setara dengan 75,4 persen dari target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.
Realisasi investasi selama sembilan bulan pertama tahun ini juga menyerap 2.194.496 tenaga kerja Indonesia.
BKPM sebelumnya menyatakan terus memberikan pendampingan kepada investor, termasuk membantu menyelesaikan kendala perizinan, guna mempercepat realisasi investasi hingga akhir 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Investasi Asing Sektor Jasa Melonjak 86 Persen, Jawa Barat Jadi Tujuan Utama
-
Usut Korupsi ATR/BPN, KPK Bidik Proses Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan
-
Natasha Olivia Aliza Jadi Lulusan Terbaik Tunggal Magister Kenotariatan UNTAR
-
Peringatan Keras Bupati Bekasi ke Kepala Desa: Jangan Korupsi !
-
KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai