Muhammad Yunus
Minggu, 08 November 2026 | 15:40 WIB
Ilustrasi pekerja data center
Baca 10 detik
  • NEXT Indonesia Center mencatat penanaman modal asing sektor jasa lainnya mencapai Rp100,4 triliun pada Januari-September 2026.
  • Jawa Barat menjadi tujuan utama investasi asing tersebut dengan nilai Rp53,6 triliun akibat pembangunan pusat data.
  • Realisasi penanaman modal asing nasional mencapai Rp777,8 triliun dan menopang pertumbuhan investasi di tengah pelemahan domestik.

SuaraBekaci.id - Investasi asing di sektor jasa Indonesia semakin meningkat. Lembaga riset dan publikasi NEXT Indonesia Center mencatat penanaman modal asing (PMA) pada kategori jasa lainnya mencapai Rp100,4 triliun sepanjang Januari-September 2026, tumbuh 86,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut menempatkan sektor jasa lainnya sebagai penerima investasi asing terbesar kedua setelah industri logam dasar yang mencatatkan realisasi Rp246,6 triliun.

Kepala Riset NEXT Indonesia Center Ade Holis mengatakan, lonjakan investasi pada sektor jasa lainnya terutama terlihat di Jawa Barat dengan nilai mencapai Rp53,6 triliun.

"Investasi asing pada sektor Jasa Lainnya ini melonjak di Jawa Barat dengan nilai investasi Rp53,6 triliun pada Januari-September 2026," kata Ade dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu (8/11/2026).

Nilai tersebut menyumbang sekitar 53,4 persen dari total PMA sektor jasa lainnya secara nasional. Dengan capaian itu, Jawa Barat menjadi tujuan utama investasi asing pada kategori tersebut.

Menurut kajian NEXT Indonesia Center, tingginya investasi di Jawa Barat sejalan dengan pembangunan dan perluasan pusat data (data center) oleh sejumlah perusahaan asal Singapura, terutama di kawasan Bekasi dan Cikarang.

Dua perusahaan yang mengembangkan fasilitas tersebut antara lain Princeton Digital Group dan ST Telemedia Global Data Centres.

Ekspansi pusat data dilakukan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur digital yang terus berkembang.

NEXT menilai pembangunan pusat data berpotensi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan investasi asing di sektor jasa lainnya.

Baca Juga: Siap-Siap Hemat Air! BMKG Prediksi Kemarau Jawa Barat Lebih Kering dan Lama

Namun, kontribusi spesifiknya belum dapat dipastikan karena kategori tersebut mencakup berbagai jenis kegiatan usaha.

Selain Jawa Barat, DKI Jakarta menjadi tujuan investasi terbesar kedua pada kategori jasa lainnya.

Realisasi PMA di wilayah tersebut meningkat dari Rp24,7 triliun menjadi Rp29,9 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

PMA Topang Pertumbuhan Investasi

Secara keseluruhan, data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang diolah NEXT Indonesia Center menunjukkan realisasi PMA nasional mencapai Rp777,8 triliun sepanjang Januari-September 2026. Angka tersebut tumbuh 20,67 persen secara tahunan.

Investasi asing tersebut berkontribusi 50,5 persen terhadap total investasi nasional yang mencapai Rp1.539,2 triliun. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp761,4 triliun atau 49,5 persen.

Load More