- Dinas Pendidikan Kota Bekasi memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh bagi sekolah pada 8-9 September 2026.
- Kebijakan tersebut diambil guna mengantisipasi risiko kesehatan warga sekolah akibat paparan abu vulkanik erupsi.
- BMKG menargetkan penyelesaian masalah debu vulkanik Gunung Anak Krakatau dalam satu hingga dua hari.
“Dengan adanya dua metode ini, harapannya dalam 1-2 hari ke depan, ini soal debu vulkanik Gunung Anak Krakatau bisa kita selesaikan dengan catatan tidak ada letusan-letusan baru yang menyemprotkan,” kata Seto.
Ia menjelaskan metode pertama dilakukan ketika belum terdapat awan. Pesawat akan menyemprotkan bahan ke atmosfer untuk membantu menurunkan partikel debu vulkanik.
“Kalau tidak ada awan, pesawat ini akan menyemprot. Dia membuat bahan spray di atmosfer atau udara, supaya debu vulkaniknya menurun,” ujar dia.
Bahan yang disemprotkan berupa air yang dicampur surfaktan. Menurut Seto, surfaktan berfungsi sebagai bahan pengikat debu sehingga partikel vulkanik dapat lebih cepat jatuh.
“Karena yang kita semprotkan ini adalah air plus surfaktan. Jadi adalah wadah tertentu yang mampu mengikat debu, sehingga dia akan jatuh,” kata dia.
Sementara itu, apabila awan telah tumbuh, metode modifikasi cuaca akan menggunakan bahan semai awan untuk mengaktifkan awan dan memicu hujan.
“Nah, nanti kalau sudah ada awan tumbuh, bahannya kita ganti menjadi air, tapi kita campur dengan bahan semai. Dia akan mengaktivasi awan jadi menjatuh,” ujar dia.
Berita Terkait
-
20.000 Warga Bekasi Masuk Daftar Hitam Kemensos Gara-gara Judi Online
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bekasi, Pemkot Minta Warga Jangan Panik tapi Waspada
-
Air Danau Bekas Galian Jadi Air Siap Minum untuk Warga Kekeringan di Bekasi
-
MUI Bekasi Dorong Pendekatan Ini Lindungi Remaja dari Pergaulan Menyimpang
-
Pria Asal Bekasi Diciduk Polisi Usai Ajak Kepung DPR
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat
-
5 Bencana Dihadapi Indonesia Saat Ini
-
Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei
-
Perkuat Layanan Digital bagi PMI, BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara, Siapa Tersangka Baru?