Muhammad Yunus
Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:44 WIB
Penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik atas energi yang dihasilkan dari sampah menjadi salah satu rangkaian kegiatan peresmian pembangunan proyek PSEL Kota Bekasi di Kelurahan Ciketing Udik Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026) [Suara.com/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Danantara Indonesia dan Daya Energi Bersih Nusantara meresmikan pembangunan fasilitas PSEL di Kota Bekasi pada 26 Agustus 2026.
  • Fasilitas yang ditargetkan beroperasi pertengahan 2028 ini dirancang untuk mengolah 1.500 ton sampah per hari menjadi listrik.
  • Proyek pengolahan sampah ini diharapkan mampu menciptakan hampir 1.000 lapangan kerja hijau serta menyediakan energi bersih.

"Fasilitas ini menghadirkan kemampuan untuk mengolah timbunan sampah eksisting yang selama ini menjadi perhatian di berbagai daerah. Kami berharap model ini dapat dikembangkan di lebih banyak lokasi sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi pengelolaan sampah di Indonesia," kata Maruli.

Pembangunan PSEL Kota Bekasi juga telah mendapatkan sejumlah landasan penting sebelum memasuki tahap konstruksi. Salah satunya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyerahkan dokumen AMDAL kepada Bekasi Environment Nusantara selaku Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL Bekasi pada Senin (24/8).

Dokumen tersebut disusun melalui kajian terhadap berbagai potensi dampak lingkungan dari proyek. Terbitnya AMDAL menjadi salah satu tahapan penting sebelum proyek memasuki fase konstruksi.

Selain AMDAL, peresmian pembangunan PSEL Bekasi juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) bersama PLN.

Perjanjian tersebut menjadi dasar komersial penyerapan listrik yang dihasilkan PSEL ke jaringan PLN.

Dengan adanya PJBL, proyek memiliki kepastian offtake sekaligus mendukung keberlanjutan operasional fasilitas dalam jangka panjang.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam mempercepat penanganan persoalan sampah.

"Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis timbunan sampah yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah dapat ditangani lebih cepat. Semoga melalui upaya bersama, kita dapat menghadirkan solusi nyata bagi pengelolaan sampah di Indonesia," kata dia.

Baca Juga: Pesan Tegas Plt Bupati Bekasi: Beda Pilihan Boleh, Warga Jangan Jadi Korban!

Load More