- Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, meluncurkan Gerakan 5M di Jakarta pada Kamis (17/9) untuk menata kabel udara yang semrawut.
- Dinas Bina Marga berkolaborasi dengan operator utilitas untuk merelokasi, memotong, dan menurunkan kabel udara demi keselamatan pengguna jalan.
- Penataan kabel utilitas ini bertujuan merapikan kota dan berpotensi menambah pendapatan daerah tanpa membebankan biaya kepada masyarakat.
SuaraBekaci.id - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike memasifkan Gerakan 5M untuk menata seluruh kabel udara yang semrawut sekaligus meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan di Jakarta jelang memasuki usia lima abad.
“Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga (DBM) berkolaborasi dengan asosiasi dan operator utilitas meluncurkan Gerakan 5M untuk menata kabel udara,” kata Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike di Jakarta, Kamis (17/9).
Gerakan 5M meliputi Menggunakan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT), Melakukan relokasi mandiri, Mengikat kabel udara aktif, Memotong kabel yang tidak berfungsi, serta Meninggikan kabel yang menjuntai.
Dirinya mendorong gerakan tersebut menjadi langkah konkret untuk mempercepat penurunan kabel udara ke bawah tanah. Sebagai kota modern, Jakarta membutuhkan jaringan utilitas yang tertata dan tidak semrawut.
"Apalagi kita sekarang sudah ada Perda. Tinggal Pergub dan turunannya yang sedang difinalisasi. Setelah itu, sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak menurunkan semua kabel ke bawah," kata dia.
Ia menilai penataan kabel tidak dapat dilakukan Pemprov DKI seorang diri karena itu, keterlibatan operator utilitas dan pihak swasta, termasuk melalui relokasi mandiri perlu diperkuat agar penataan dapat berjalan lebih cepat.
Penurunan kabel listrik milik PLN juga memiliki tantangan tersendiri karena berkaitan dengan faktor keselamatan.
Di sisi lain, PLN masih melakukan kajian dan uji coba untuk memastikan proses penurunan kabel ke bawah tanah tidak menimbulkan risiko induksi listrik.
"Kalau listrik memang riskan. Jadi kita berharap PLN bisa segera menemukan caranya. Kalau itu sudah selesai, berarti semuanya juga nanti bisa turun," katanya.
Baca Juga: Warga Jakarta Gelar Salat Istisqa Minta Turun Hujan
Yuke meminta pembangunan SJUT disinergikan dengan pekerjaan utilitas lainnya agar tidak menimbulkan gangguan berulang bagi masyarakat.
Menurutnya pekerjaan galian untuk SJUT, jaringan air, maupun utilitas lainnya harus direncanakan dan dikoordinasikan secara matang.
Untuk tahun ini, dirinya berharap pembangunan SJUT yang telah direncanakan dapat diselesaikan. Sementara mulai 2027, cakupan pembangunan diharapkan diperluas dengan melibatkan pihak ketiga apabila kemampuan anggaran pemerintah terbatas.
"Minimal di beberapa lokasi kelihatan, terutama di jalan-jalan protokol. Sambil membenahi yang kusut di jalan-jalan kecil dan di dalam permukiman warga," tuturnya.
Ia menambahkan penataan kabel tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan aman, tetapi juga berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi daerah.
Namun dirinya mengingatkan agar biaya penataan jaringan utilitas tidak dibebankan kepada masyarakat melalui kenaikan tarif layanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia
-
Polisi Tembak Polisi: Bharada Andika Resmi Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
-
Misteri Aliran Dana Rp250 Juta ke PCNU, Begini Penjelasan KPK