- Pemkab Ciamis menetapkan status siaga darurat kekeringan mulai Juli hingga September 2026 demi mempercepat penanganan bencana di wilayahnya.
- Kekeringan di Desa Kawasen, Ciamis, berdampak pada 123 keluarga sehingga pemerintah menyalurkan bantuan air bersih untuk kebutuhan pokok harian.
- Pemerintah daerah di Jawa Barat melakukan distribusi air bersih sebagai langkah antisipasi dampak fenomena El Nino dan musim kemarau.
SuaraBekaci.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, resmi menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan selama tiga bulan atau sampai September 2026.
"Pemerintah Kabupaten Ciamis telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak Selasa, 1 Juli hingga Rabu, 30 September," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Selasa 7 Juli 2026.
Menurut dia, langkah penetapan status kedaruratan ini diambil sebagai upaya penguatan penanganan darurat dan kesiapsiagaan secara cepat.
Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi bahwa Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari menjadi salah satu wilayah yang dilaporkan mulai dilanda kekurangan air bersih di Kabupaten Ciamis.
Adapun dampak dari menyusutnya ketersediaan sumber air di wilayah desa tersebut dilaporkan telah menyasar sedikitnya 123 kepala keluarga (KK) atau mencakup total hingga 310 jiwa penduduk setempat.
Pemerintah melalui Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Ciamis sedikitnya sudah mendistribusikan armada bantuan logistik air bersih berupa satu unit mobil tangki berkapasitas muatan 5.000 liter untuk didistribusikan secara merata kepada warga terdampak.
Penyaluran pasokan air bersih tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar pokok harian masyarakat, seperti untuk konsumsi air minum, memasak, serta pemenuhan sanitasi keluarga.
Sebagai informasi, Ciamis merupakan daerah ke empat setelah Kabupaten Tasikmalaya, Cirebon, Bekasi yang mengumumkan kondisi kekeringan dan kekurangan air bersih di Jawa Barat medio Juni-awal Juli ini.
Penetapan status siaga darurat kekeringan ini sebelumnya juga sudah ditetapkan Pemerintah provinsi Jawa Barat untuk meminimalisir dampak kekeringan regional akibat kemarau terhadap kesehatan masyarakat hingga produktivitas pertanian dan perkebunan di wilayah setempat.
Baca Juga: Bukan Cuma Data Kurang, Sekda Bekasi Akui Mental ASN Terguncang
Kebijkan ini selaras dengan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang meminta pemerintah daerah mengambil langkah taktis mengatasi ancaman kekeringan musim kemarau tahun ini yang diperparah oleh fenomena iklim El Nino.
Bekasi Salurkan Air Bersih
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, telah menyalurkan bantuan 245.000 liter air bersih kepada warga di sejumlah wilayah terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
"Hingga saat ini kami telah menyalurkan air bersih sebanyak 220.000 liter yang diperkuat bantuan dari PMI sebanyak 25.000 liter sehingga total yang terdistribusi kepada warga mencapai 245.000 liter air bersih," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi.
Berdasarkan hasil pemutakhiran data BMKG sampai dengan akhir Mei 2026, perluasan wilayah kekeringan dimulai pada 200 zona musim (11,83 persen daratan).
Pergerakan zona kering tersebut melonjak drastis pada bulan Juni dengan memasuki 198 zona musim baru atau setara 31,6 persen luas daratan, mencakup wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya hingga sebagian besar Pulau Kalimantan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia