- Pengrajin di Kampung Pandai Besi, Kabupaten Bandung, mengalami lonjakan pesanan ribuan golok menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
- Peningkatan permintaan golok penyembelihan hewan kurban tersebut memberikan dampak ekonomi signifikan bagi para pengrajin dan warga setempat.
- Dinas Pertanian Kabupaten Bandung memprediksi jumlah hewan kurban tahun ini meningkat 10 hingga 15 persen dibandingkan tahun lalu.
Asep (45), seorang perajin golok yang telah puluhan tahun bekerja di kampung tersebut, mengaku jam kerja para pekerja kini bertambah dibanding hari biasa demi memenuhi target pesanan.
“Kalau menjelang Iduladha memang paling sibuk. Kadang sampai malam masih kerja,” katanya sambil menghaluskan bilah golok menggunakan gerinda.
Menurut Asep, kondisi itu membawa tambahan penghasilan bagi para pekerja harian. Dalam satu musim Idul Adha, pendapatan mereka bisa meningkat cukup signifikan dibanding bulan-bulan biasa.
Kondisi serupa juga dirasakan sejumlah pelaku usaha lain di sekitar sentra pandai besi. Warung makan, toko kelontong, hingga penjual bahan baku ikut merasakan dampak meningkatnya aktivitas produksi di kawasan tersebut.
Bagi warga setempat, Idul Adha bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga penggerak ekonomi musiman yang mampu menjaga roda usaha tetap berputar.
Tingginya permintaan golok tahun ini juga menunjukkan daya beli masyarakat yang masih cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan kurban.
Pepen mengatakan jenis golok yang paling banyak dicari adalah golok sembelih, golok sisit kulit, dan golok cacah daging.
Ketiga jenis itu menjadi perlengkapan utama dalam proses penyembelihan hingga pengolahan daging kurban.
Aktivitas kurban meningkat
Baca Juga: Sesar Lembang Bisa Picu Gempa Magnitudo 7, Warga Bandung Raya Harus Siap Siaga!
Meningkatnya aktivitas kurban di Kabupaten Bandung juga tercermin dari proyeksi jumlah hewan kurban tahun ini.
Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung memprediksi jumlah hewan kurban yang disembelih pada Idul Adha 1447 Hijriah meningkat sekitar 10–15 persen dibanding tahun lalu.
Jika pada tahun sebelumnya jumlah hewan kurban tercatat sekitar 27.153 ekor, tahun ini diperkirakan meningkat menjadi sekitar 29.868 hingga 31.231 ekor.
Kepala Distan Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania, mengatakan peningkatan tersebut sejalan dengan tren permintaan masyarakat menjelang Idul Adha.
“Kalau lihat dari tren tahun-tahun sebelumnya, kami prediksi memang akan terjadi kenaikan kurban sekitar 10 sampai 15 persen tahun ini,” katanya.
Untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak, Distan Kabupaten Bandung mengerahkan 66 tenaga medik dan paramedik guna melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di berbagai titik penjualan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Pimpin Kejurnas Tinju Amatir 2026, Hillary Lasut Soroti Nasib Atlet dan Kesejahteraan Wasit
-
Siapa Pendamping Asep Surya Atmaja? Parpol Koalisi Dikabarkan Sudah Kantongi Nama
-
Bangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Buntut Dugaan Asusila, Seluruh Santri Ponpes Dar Et Tauhid Dipulangkan
-
Cek Penawaran BRI KPR dan Diskon Properti di Summarecon Expo 2026 dan Wujudkan Rumah Impian