- Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan sanksi tegas bagi ASN yang tidak netral dalam Pilkades Serentak 2026.
- Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan hal tersebut di Cikarang pada Senin, 15 September.
- Pemungutan suara Pilkades Serentak dijadwalkan berlangsung pada 20 September untuk menjaga harmonisasi masyarakat desa.
SuaraBekaci.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyiapkan sanksi tegas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti tidak mampu menjaga netralitas di pesta demokrasi pemilihan kepala desa (Pilkades) Serentak 2026.
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menekankan pentingnya menjaga netralitas bagi segenap aparatur pemerintahan selama tahapan pemilihan berlangsung guna menjaga kondusivitas maupun harmonisasi di tengah masyarakat.
"Untuk ASN, seluruh ASN termasuk camat dan lainnya saya harapkan untuk netral. Kalau terbukti tidak netral, kita sudah siapkan sanksi tegas," katanya di Cikarang, Senin (15/9).
Dia menjelaskan sanksi dimaksud mulai dari hukuman disiplin ringan, sedang, berat hingga sanksi moral.
Seluruh sanksi diberikan sesuai ketentuan perundang-undangan. Teguran lisan dan tertulis yang tidak diindahkan berpotensi meningkatkan jenis hukuman.
"Bukan tidak mungkin kita berikan sanksi sedang hingga berat apabila aparatur tersebut tidak menghiraukan teguran yang telah disampaikan. Contohnya pemotongan tunjangan kinerja, penundaan kenaikan pangkat maupun sanksi lain," ucapnya.
Ia juga membuka ruang bagi panitia, Badan Pemusyawaratan Desa maupun aparatur kecamatan untuk melaporkan apabila menemukan adanya penyelenggara atau ASN yang tidak dapat menjaga netralitas selama tahapan pemilihan berlangsung.
"Silakan panitia, BPD atau camat melaporkan apabila ada panitia yang memihak atau tidak netral, apalagi ASN, tentu akan kita berikan sanksi tegas," katanya.
Asep turut meminta warganya untuk dapat menjaga harmonisasi dan persaudaraan menjelang pemungutan suara Pilkades Serentak 2026 pada 20 September mendatang meski berbeda pilihan.
Baca Juga: Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun
Menurut dia pemilihan kepala desa merupakan bagian dari pelaksanaan demokrasi di tingkat desa yang menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin sekaligus arah kebijakan pembangunan desa ke depan.
"Pilkades ini walaupun kita berbeda, tapi kita tetap saudara. Jangan sampai ada perpecahan, karena niat kita semua sama, membangun desa dan mensejahterakan masyarakat," katanya.
Ia menilai perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi sehingga seluruh calon kepala desa berikut pendukung dan simpatisan perlu menjaga hubungan kekeluargaan selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung.
"Ini bukan pertandingan, tapi perjalanan demokrasi. Jadi rileks saja, jangan sampai stres menghadapi tanggal 20 besok," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Aksi Ekstrem Jambret Pakai Kawasaki Ninja, Rampas HP Pakai Dua Tangan
-
BRI Dorong Penyuluh Antikorupsi Jadi Teladan Integritas di Tempat Kerja
-
2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai
-
MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata
-
BRI Kembali Dukung Atlet Nasional, Semangati Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026