- Specteve berawal dari inisiatif Muhammad Calvin di Bekasi untuk mewadahi komunitas musik melalui berbagai format acara yang organik.
- Sejak 2023, Specteve berkembang dari sesi karaoke intim menjadi festival berskala besar yang menampilkan berbagai musisi lintas genre.
- Puncak perjalanan Specteve dirayakan pada 1 November 2025 di Bekasi, dengan rencana acara Infinite Euphoria pada 30 Mei mendatang.
SuaraBekaci.id - Perjalanan Specteve tidak lahir dari ambisi besar sejak awal—ia tumbuh dari sesuatu yang jauh lebih sederhana: kebiasaan berkumpul, bernyanyi, dan merayakan musik tanpa jarak.
Di bawah naungan Upgradecreative, fondasi itu pertama kali dibangun lewat “Nyabar (Nyanyi Bareng)”, sebuah format karaoke set yang terasa intim, kolektif, dan jujur.
Tiga volume berjalan bukan hanya sebagai acara, tapi sebagai proses membaca arah: bagaimana audiens Bekasi menikmati musik, dan bagaimana sebuah ruang bisa terasa hidup tanpa harus megah.
Transformasi kemudian menjadi keniscayaan. “Kota Distoria” hingga “B-Town Night” menandai pergeseran dari sekadar bernyanyi bersama menjadi pengalaman audio yang lebih kuratif. DJ set mulai mengambil peran, membaurkan nostalgia dengan eksplorasi.
Di fase ini, identitas belum sepenuhnya terbentuk—namun justru di situlah kekuatannya: keberanian untuk mencoba, menggeser batas, dan membiarkan publik ikut membentuk arah.
Masuk ke “Listen to High” hingga “Mendadak Pensi Malam”, spektrum musikal semakin melebar. Hip-hop mulai masuk, energi crowd berubah, dan ruang-ruang yang sebelumnya hanya menjadi tempat berkumpul mulai terasa seperti ekosistem kecil.
Lalu “Glow Light” dan “Electric Nights” menjadi fase akselerasi—rock kolektif bertemu DJ set, hingga akhirnya band-band lokal lintas genre mulai berdiri di panggung yang sama. Ini bukan lagi sekadar event; ini adalah statement bahwa Bekasi punya suara.
Puncak dari fase pencarian itu tercermin dalam “Kita Cari Ruang” dan “Bike Beat”. Di sini, Specteve tidak hanya berbicara soal musik, tetapi juga soal identitas kota.
Komunitas motor custom, kultur koplo, hip-hop, hingga sesi talkshow hadir sebagai elemen yang saling mengikat.
Baca Juga: Suguhkan Musik Berkualitas, Jazz Gunung Burangrang Sukses Digelar
Narasinya menjadi lebih dalam: tentang siapa yang kita rayakan, dari mana kita berasal, dan bagaimana ruang itu seharusnya dimiliki bersama.
Di balik perjalanan tersebut, ada satu benang merah yang konsisten: visi dari Muhammad Calvin. Sejak 2023, Calvin tidak hanya berperan sebagai festival director secara teknis, tetapi juga sebagai kurator rasa.
Ia membaca denyut kota yang sering kali luput—bahwa Bekasi bukan sekadar kota penyangga, melainkan ruang dengan identitas kultural yang terus tumbuh.
Dari format sederhana hingga produksi berskala festival, perjalanan Calvin bersama Specteve adalah refleksi dari ketekunan membangun sesuatu yang organik, bukan instan.
Langkah besar itu mulai terlihat saat rangkaian showcase 2025 digelar. Dari “Melodi Pasien” yang menghadirkan Rumahsakit bersama Jimi Multhazam di Bekasi, hingga “Distraksi Ruang Hampa” bersama Efek Rumah Kaca dan Danilla Riyadi di Jakarta.
Perjalanan berlanjut ke Bandung lewat “Visible Time” yang mempertemukan The SIGIT dan Denisa. Setiap kota membawa energi berbeda, namun satu hal yang sama: Specteve mulai berbicara dalam skala yang lebih luas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bukan Sekadar Event, Ini Cara Specteve Membuktikan Bekasi Punya Identitas Kultural
-
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Eksploitasi Anak
-
Kemendagri Percepat Dokumen Kependudukan Keluarga Korban Kecelakaan KRL
-
Tersangka Pencabulan 50 Santriwati di Pati Belum Ditahan, KPAI: Pelaku Harus Dihukum Berat!
-
130 Sekolah Dasar di Kabupaten Ini Tidak Punya Kepala Sekolah