- Guru SD bernama Nurlaela meninggal dunia akibat kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.
- Jenazah korban tiba di rumah duka di Cikarang Timur pada pukul 03.00 WIB setelah sempat dicari pihak keluarga.
- Almarhumah merupakan guru PNS di Jakarta Timur yang rutin menggunakan transportasi KRL untuk pulang dan pergi bekerja.
SuaraBekaci.id - Nurlaela (37) menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL commuter line di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin malam, 27 April 2026.
Warga Kampung Ceger, RT 02 RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, ini merupakan seorang guru. Rumah duka terus didatangi keluarga dan kerabat untuk bertakziah.
Paman korban, Mulyadi, mengatakan jenazah almarhumah saat tiba di rumah dalam keadaan tidak utuh. Korban mengalami patah kaki dan diduga luka dalam.
"Alhamdulillah, kondisi tubuhnya utuh, tidak ada luka yang mengkhawatirkan. Cuma kakinya patah dan mungkin ada luka dalam," kata Mulyadi, melansir Antara.
Mulyadi mengatakan jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 03.00 WIB setelah keluarga sempat mencari keberadaan korban.
"Jam satu kami baru ketemu, terus koordinasi dan jemput. Sampai rumah jam tiga pagi," ujarnya.
Keluarga sempat cemas karena Nurlaela tak kunjung pulang, dan telepon selulernya diangkat pihak lain yang memberi informasi bahwa ponsel korban ditemukan, namun keberadaan korban belum diketahui.
"Kami sudah khawatir karena belum pulang, ditelepon tidak angkat. Pas diangkat orang lain dari pihak berwenang bilang handphone ditemukan, tapi korban belum diketahui ada di mana," jelasnya.
Nurlaela sehari-hari bekerja sebagai guru PNS di SD Pejagan 11 Pulogebang, Jakarta Timur. Almarhumah rutin menggunakan moda transportasi KRL untuk berangkat maupun pulang bekerja.
"Dia setiap hari memang naik KRL, pagi dan sore. Memang kerjanya mengajar di sana," ujar Mulyadi.
Nurlela dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan pendiam. Tiga bulan lalu Nurlaela baru menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
"Dia pekerja yang ulet, enggak banyak bicara, benar-benar kerja orangnya. Dia baru lulus S2 tiga bulan lalu di UNJ," jelasnya.
Nurlaela meninggalkan seorang anak yang kini duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Almarhumah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga, tak jauh dari rumah duka.
Berita Terkait
-
Impor KRL Bekas Jepang Terganjal Aturan dari Kemendag
-
Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban
-
HUT ke-45 Warkaban, BBPPVP Bekasi Siap Lanjutkan Pelatihan Kerja untuk Transmigran
-
INKA Tak Mampu, Danantara Punya Opsi Impor KRL Bekas dari Jepang
-
Update Kasus Korupsi Bekasi, KPK Telurusi Vila Milik Polisi Yayat Sudrajat di Subang
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Aksi Ekstrem Jambret Pakai Kawasaki Ninja, Rampas HP Pakai Dua Tangan
-
BRI Dorong Penyuluh Antikorupsi Jadi Teladan Integritas di Tempat Kerja
-
2 Tersangka Dibebaskan! Kasus Perusakan Rumah di Cikunir Selesai
-
MotoGP Mandalika 2026 Kembali Digelar, BRI Dorong Ekonomi Kawasan Berbasis Pariwisata
-
BRI Kembali Dukung Atlet Nasional, Semangati Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026