Muhammad Yunus
Selasa, 07 April 2026 | 19:13 WIB
Jusuf Kalla dalam kuliah umum yang berlangsung di Auditorium Juwono Sudarsono, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Selasa (07/04/2026) [Suara.com/Tim media JK]
Baca 10 detik
  • Jusuf Kalla menyampaikan kuliah umum tentang pentingnya peran masyarakat sipil dalam mengatasi konflik kemanusiaan di Universitas Indonesia, Selasa 2026.
  • Penyelesaian masalah kemanusiaan harus dilakukan dengan menuntaskan akar penyebab konflik dan bencana daripada hanya menangani dampak pengungsi.
  • Kepercayaan publik menjadi modal utama bagi masyarakat sipil dan organisasi seperti PMI untuk menggerakkan relawan serta bantuan.

“Contohnya dana PMI berasal dari masyarakat. Mereka percaya bahwa bantuan yang diberikan akan disalurkan dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, PMI saat ini didukung sekitar 1,5 juta relawan yang terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, tenaga medis, hingga masyarakat umum.

Kalla juga menekankan pentingnya pendekatan logika, pemahaman akar masalah, serta keberanian dalam menyelesaikan konflik sosial, termasuk konflik berbasis agama.

“Tidak ada ajaran agama yang membenarkan membunuh orang lain tanpa alasan. Pendekatan ini yang kami gunakan dalam menyelesaikan konflik di Poso dan Ambon,” katanya.

Sementara terkait semakin banyak bencana alam yang terjadi di Indonesia, JK meminta universitas ikut bahu-membahu mengatasi penyebab terjadinya bencana alam.

“Di sini kita berharap kampus bisa membuat penelitian yang langsung berdampak terhadap upaya menghindari bencana alam. Termasuk bagaimana cara agar alam jangan rusak,” pungkasnya.

Load More