- KNKT sedang mengumpulkan data investigasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang korban jiwa.
- Proses investigasi mencakup pemeriksaan kotak hitam, simulasi persinyalan, serta wawancara pihak terkait untuk menentukan penyebab teknis kecelakaan tersebut.
- Menteri Perhubungan mengimbau seluruh pihak untuk menunggu hasil investigasi resmi KNKT guna mengetahui penyebab serta rekomendasi keselamatan ke depan.
SuaraBekaci.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih dalam pengumpulan data terkait kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu yang menewaskan 16 orang.
"Jadi kami masih dalam pengumpulan data-data di lapangan dan ada beberapa tes yang harus kami lakukan di persinyalan, di lintasan kemudian di komunikasi seperti apa, kita lagi pengumpulan data-datanya. Masih banyak yang kita kumpulkan data dan masih ada beberapa orang yang harus kita wawancarai," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Jakarta, Rabu (13/5).
Menurut dia, di kereta terdapat CCTV, ada yang pakai data semacam kotak hitamnya (black box) dan nanti tergantung dari hasil evaluasi dari data-data tersebut apakah KNKT perlu minta konfirmasi atau keterangan lebih lanjut dari orang-orang yang berkaitan dengan masalah itu.
KNKT juga melakukan pengumpulan data di lokasi terjadinya peristiwa kereta CommuterLine menabrak mobil taksi listrik.
"Sebagian data sudah kami peroleh tapi kami juga perlu mengklarifikasi lagi dengan pengemudinya, kalau data yang di mobil taksi itu ada black box-nya juga, ini lagi kita unduh. Nanti setelah kita evaluasi dan kita akan bertanya lagi kepada pengemudinya ataupun orang-orang di sekitar situ apa yang terjadi di taksi listrik tersebut," kata Soerjanto Tjahjono.
Soerjanto Tjahjono mengatakan semua pihak bersikap kooperatif dalam memberikan keterangan kepada KNKT.
"Kooperatif. Tidak ada, tidak ada halangan kalau kita minta keterangan," katanya.
Sebagai informasi, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta masyarakat menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait penyebab kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat.
Dia mengimbau masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk menunggu investasi KNKT yang akan memberikan hasil secara menyeluruh terkait penyebab terjadinya kecelakaan hingga rekomendasi keselamatan.
Baca Juga: Libur Panjang Anti-Macet! LRT Jabodebek Siapkan 270 Perjalanan per Hari
Menurut dia, KNKT masih melakukan proses investigasi terhadap kecelakaan kereta listrik (KRL) dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.
KNKT telah melakukan simulasi sistem persinyalan kereta api sebagai bagian dari investigasi pasca insiden kecelakaan kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Simulasi persinyalan dilakukan untuk memahami kemungkinan penyebab teknis, khususnya terkait fungsi dan respons sistem persinyalan saat kejadian.
Hingga saat ini, proses-proses investigasi lainnya masih terus dilakukan KNKT.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
Terkini
-
Asyik Nongkrong, Dua Pria Karawang dan Cikarang Tak Berkutik Digerebek Polisi
-
Polisi Mulai Masuk ke Masjid-masjid Lewat Program Subuh Keliling
-
Warga Bekasi Patungan Rp2,1 Miliar untuk Bangun Rumah Sakit di NTT
-
AHY Dukung Kejurnas Tinju 2026, Atlet dari 35 Provinsi Siap Adu Kekuatan di Atas Ring
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Perkuat Sinergi Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih