Ronald Seger Prabowo
Kamis, 05 Juni 2025 | 18:28 WIB
Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, PERURI menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat di Kabupaten Karawang. [Suara.com/dok]

SuaraBekaci.id - Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, PERURI menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat di Kabupaten Karawang.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada Kamis (5/6/2025).

Selain itu, kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi antara PERURI dan organisasi internal perusahaan yang bergerak di bidang sosial, kesenian, dan keagamaan, yaitu PERURI STARS.

Pada kesempatan ini, PERURI menyerahkan total tiga ekor sapi dan enam ekor kambing yang didistribusikan ke dua lokasi utama, yaitu Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dan Kantor Pemerintah Desa Parung Mulya.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Penanggung Jawab Strategic Corporate Branding dan TJSL PERURI, Dawam H., kepada para tokoh masyarakat dan pengurus masjid setempat.

Melalui kegiatan ini, PERURI ingin memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, terutama bagi warga yang membutuhkan di momen penuh berkah Iduladha.

"Bantuan hewan kurban ini merupakan bentuk rasa syukur kami sekaligus wujud nyata kontribusi PERURI bagi masyarakat. Kami berharap dapat berbagi kebahagiaan dan manfaat, serta semakin mempererat hubungan baik antara perusahaan dan lingkungan sekitar," ujar Dawam.

Penyaluran hewan kurban tidak hanya memiliki nilai spiritual dan sosial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti peningkatan asupan gizi melalui pembagian daging kurban serta penguatan ikatan sosial antarwarga.

Di tengah tantangan ekonomi, bantuan ini juga memberikan harapan dan dukungan moral yang berarti bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Terkuak! Terduga Pelaku Pembunuhan Tukang Sate di Bekasi Oknum TNI, Berstatus Anak Korban

Program ini sekaligus menjadi refleksi dari prinsip menciptakan nilai bersama yang dijalankan PERURI. Dengan menjadikan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem perusahaan, PERURI berharap dapat terus tumbuh bersama dan memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.

Sementara melansir NU Online, umat Islam Indonesia bakal merayakan hari raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1446 Hijriah pada Jumat (6/6/2024).

Di hari tersebut, umat Islam disunnahkan melaksanakan shalat Idul Adha secara berjamaah, baik di masjid, mushala, di tempat terbuka, atau tempat-tempat yang nyaman untuk digunakan mengerjakan shalat Idul Adha.

"Shalat id dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah dan terdapat khutbah setelahnya. Namun, bila terlambat datang atau mengalami halangan lain, boleh dilakukan secara sendiri-sendiri (munfarid) di rumah ketimbang tidak sama sekali," tulis Ustadz H Mahbib Khoiron dalam artikelnya berjudul Tata Cara Shalat Idul Adha yang dikutip NU Online.

Berbeda dengan shalat pada umumnya, shalat Idul Adha tidak didahului dengan azan maupun iqamah. Begitu juga dengan niat dan anjuran takbir juga berbeda.

Shalat Idul Adha dianjurkan dilaksanakan pada awal waktu setelah matahari terbit. Hal ini dimaksudkan agar memberi kesempatan yang luas kepada masyarakat yang hendak berkurban setelah shalat Idul Adha. Sementara batas akhir shalat Idul Adha adalah sebelum waktu Zuhur tiba pada hari yang sama, 10 Dzulhijjah.

Ustadz Mahbib kemudian membeberkan tata cara shalat Idul Adha dengan mengutip keterangan dari kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama asal Kudus. Mulai niat, takbir, membaca surat Al Fatihah, melanjutkan rakaat kedua, menyimak kutbah.

Bacaan pada Lebaran Idul Fitri dan Lebaran Idul Adha sebenarnya sama saja. Hanya yang membedakannya adalah waktu membacanya. Takbir Idul Adha masih akan terus dibaca hingga berakhirnya hari tasyrik, pada 13 Dzulhijjah.

Dilansir dari NU Online, ada dua jenis takbir Idul Adha maupun Idul Fitri. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi'i dalam Fathul Qarib al-Mujib bahwa takbir pada saat hari raya Id terbagi menjadi dua macam, yaitu mursal dan muqayyad.

Load More