Ruko tiga lantai bertulis 'World' itu merupakan lokasi pendaftaran Worldcoin yang menawarkan imbalan uang hingga ratusan ribu rupiah, bagi warga yang bersedia menjalani pemindaian retina.
Sejumlah warga yang datang pun mengaku ingin mendaftar aplikasi World App dan menukarkan data mereka dengan pemindaian retina.
"Mau scan mata untuk katanya pencairan (uang), hari ini dijadwalinnya jam 12 (siang)," kata salah satu warga, Devi.
Devi mengaku, ia sengaja datang ke ruko tersebut karena sudah banyak teman maupun tetangganya yang mendapatkan uang usai bersedia retinanya dipindai di ruko tersebut.
"(dapat informasi) dari facebook, dari teman-teman juga, tetangga udah ada yang dapat. Awalnya saya gak tertarik, tapi katanya banyak yang dapat, saya coba iseng," ujarnya.
Seorang ojek online, Udin, mengaku ia rela menukarkan datanya ke Worldcoin demi mencukupi kebutuhan hidupnya.
"Ngeri juga (tukar data), tapi (dapat uang) Rp175 ribu," ujar Udin.
Udin mengaku, ini kedatangannya yang kedua ke ruko tersebut. Sebelumnya, dia telah melakukan pendaftaran World App, kemudian diminta menonton sebuah video dan dilanjutkan dengan pemindaian retinanya.
Sayangnya, kali ini kedatangan Udin tak membuahkan hasil, sebab ruko tersebut kini sedang tutup. Di rolling door ruko tersebut juga nampak sebuah tulisan "kami libur'
Baca Juga: Jual Data Demi Uang: Warga Bekasi Antre Pindai Retina di Worldcoin
"Iya klaim yang kedua, gak tahunya tutup ini," tutupnya.
Apa itu Worldcoin
Dikutip dari sejumlah literasi, worldcoin merupakan platform identifikasi digital yang menggunakan teknologi pemindaian mata (scanning mata) untuk menciptakan jaringan keuangan dan identitas pengguna di seluruh dunia yang berbasis teknologi blockchain.
Worldcoin menggunakan metode proof-of-personhood (PoP) dengan perangkat bernama The Orb untuk melakukan verifikasi identitas pengguna.
Proyek Worldcoin dibuat oleh Sam Altman, CEO OpenAI, bersama Max Novendstern dan Alex Blania. Tools for Humanity (TFH), perusahaan dibalik Worldcoin, berhasil mengumpulkan pendanaan Seri C senilai 115 juta dolar AS pada Mei 2023.
Kontributor : Mae Harsa
Berita Terkait
-
Jual Data Demi Uang: Warga Bekasi Antre Pindai Retina di Worldcoin
-
Menengok Kondisi SD Padurenan IV Bekasi: Ruang Kelas Rusak, Siswa Belajar di Musala
-
Nafsu Binatang! Ayah Tiri Lecehkan Anak Gadis di Bekasi: Sering Intip Korban Mandi
-
Terjebak Kobaran Api! Ibu dan Anak di Jatiasih Tewas, Saksi Dengar Suara Ini
-
Masih Misteri! Bau di Bekasi Bukan Berasal dari Kebocoran Gas
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Grand Wisata Bekasi
-
Peneror Bom SDN Srengseng Sawah Sudah Berulang Kali Beraksi, Ini Motifnya
-
Dentuman Keras di Langit Jawa, Ini Penjelasan Ilmiah BRIN
-
Siap-siap! Bansos PKH dan BPNT Triwulan Ketiga Cair 20 Juli 2026
-
Dari Dapur Kecil di Sidoarjo, Brownies Ketan Kini Tembus Pasar Internasional