Arena Indonesia memiliki kapasitas 16.088 penonton, dan dibangun untuk perhelatan Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023; di mana Indonesia menjadi tuan rumah bersama Filipina dan Jepang.
Selain untuk bola basket, Arena Indonesia juga dapat dimanfaatkan untuk pertandingan bola voli, bulu tangkis, tinju, MMA, tenis, atletik, senam, serta fungsi non-olahraga seperti konser, seminar dan pertunjukan khusus lain.
Selain itu, lokasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk perhelatan konser. Model fasilitas olahraga seperti ini dilakukan oleh negara-negara maju, memadukan antara enterrtaiment dan sports.
Menurut Jokowi, fasilitas Arena Indonesia bisa buat event olahraga dan konser musik, yang mana keduanya bisa membuat nama Indonesia harus di level internasional.
"Olahraga merupakan industri yang cakupannya sangat luas, mulai dari industri events, industri pakaian, sepatu, bola, dan lain-lain," kata Jokowi seperti dikutip dari laman resmi Setkab.
Selanjutnya ada Stadion Utama Sumatra Utara di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara
Stadion ini sebelumnya telah digunakan untuk acara penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.
“Sumatra Utara sekarang memiliki stadion yang sangat besar dan sangat mewah, seperti yang kita lihat pada sore hari ini. Ini kemarin sudah dipakai untuk penutupan PON Sumut dan Aceh. Karena stadionnya baru, kita lihat semuanya baru dan sangat bagus,” kata Jokowi.
Baca Juga: Kaesang Batal Nyalon di Pilwalkot Bekasi, Pengamat Duga Anak Jokowi Masih Lobi-lobi
Ia menjelaskan bahwa stadion ini mampu menampung hingga 25 ribu penonton dan dibangun dengan anggaran sebesar Rp587 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Jokowi berharap stadion ini dapat segera diserahkan kepada pengelola yang tepat agar dapat dirawat dengan baik.
“Kalau stadion ini bisa diserahkan kepada klub-klub sepak bola yang ada di Sumatra Utara, entah itu PSMS, entah itu PSDS atau yang lainnya agar terawat,” ucapnya.
Stadion Utama Sumatera Utara dibangun di atas lahan 48.420 m2 dengan luas bangunan 27.452 m2 dengan kapasitas penonton 25.750 orang. Stadion ini terdiri dari 3 lantai dan lantai tribun yang terbagi untuk penonton VIP 365 unit, media 224 unit, reguler 25.115 unit, dan difabel 46 unit.
Stadion Utama Sumatera Utara dibangun dengan mengusung nilai-nilai kearifan lokal Batak dan Melayu yang tampak pada fasad bangunan. Sebagai Bangunan Gedung Hijau, penerangan stadion ini sudah menggunakan panel surya sehingga menghemat listrik hingga 17%.
Berita Terkait
-
Kaesang Batal Nyalon di Pilwalkot Bekasi, Pengamat Duga Anak Jokowi Masih Lobi-lobi
-
Rasa Was-was Warga Villa Kencana Cikarang Hidup Berdampingan dengan Rumah Terbengkalai
-
Cerita Warga Tempati Rumah Murah Jokowi di Cikarang: Lebih Takut Sama Maling daripada Setan
-
Jokowi Kelimpungan Saat Disajikan Dua Makanan Khas Jawa Barat, Apa Itu?
-
Jokowi Beri Pesan Khusus Untuk Kepala Daerah Soal Bantuan Beras, Ini Kata Pj Bupati Bekasi
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Catering Healthy Go Ramadhan di Blibli: Langganan Makanan Sehat yang Bikin Puasa Lebih Ringan
-
Hakim DD Dipecat Karena Terbukti Telantarkan Mantan Istri dan Anak
-
Dua Oknum Hakim Terbukti Selingkuh, Ini Sanksi Beratnya
-
Teheran Diguncang Ledakan Baru! Israel Kembali Menyerang
-
Perbedaan Krusial Zakat dan Pajak Menurut Jusuf Kalla