SuaraBekaci.id - Nasib malang menimpa seorang sopir taksi online berinisial BI (44). Usai dibegal penumpangnya hingga mobilnya raib di Tol Lingkar Luar Jakarta Km. 40, Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu (7/9/2024) dini hari, BI kini juga diminta pelaku untuk mengirimkan uang senilai Rp70 juta.
Hal itu diketahui setelah dirinya menerima sebuah paket atau kiriman di kediamannya. Paket itu datang pada hari yang sama saat BI dibegal.
“Jadi di Sabtu pagi antara jam 9 sampai jam 10 itu ada paket di krim ke rumah,” kata BI, Senin (9/9/2024).
Paket itu berisi barang-barang korban yang ada di dalam mobil. Isi paket itu di antaranya, Alquran, kacamata, buku agenda, purifier dan beberapa saset minuman kopi dan jahe milik korban.
“(Barang-barang) itu di kirim melalui paket gosend sepertinya dengan bungkusan menggunakan box sepatu Nike yang ada di dalam mobil saya,” ujarnya.
Selain barang-barang, dalam paket itu juga terselip sebuah surat yang diduga ditulis oleh pelaku berisi permintaan uang tebusan senilai Rp70 juta.
“Ada surat dari mereka (pelaku) dari surat meminta kaya semacam tebusan dengan nilai sekitar Rp70 juta dan minta di kirim ke akun gopay yang bersangkutan,” ucapnya.
Setelah meminta uang tebusan, dalam surat itu juga pelaku menulis sebuah permohonan maaf atas apa yang telah dilakukan pada korban.
“Di dalam surat itu juga tertulis permohonan maaf apa yang telah bersangkutan atau tersangka lakukan terhadap saya,” tandas BI.
Baca Juga: Penampakan Truk Kontainer Terjun Bebas dari Tol Cibitung, Begini Kondisi Sopir
Kasi Humas Polsek Jatiasih, Aiptu Oky Rian Hendratta, mengatakan peristiwa pembegalan ini bermula saat korban mendapat orderan dari pelaku. Saat itu, dari Kramat Jati, Jakarta Timur pelaku minta diantarkan ke Bekasi Timur Regency.
Belum sampai di tempat kejadian perkara, pelaku menjerat korban yang sedang mengendarai mobilnya dengan sebuah benda yang diduga sebuah tali.
“Korban berusaha melepaskan diri dengan cara memasukkan tangan kirinya ke dalam tali yang dijerat di lehernya,” kata Oky, Minggu (8/9/2024).
Korban kemudian menghentikan kendaraannya di TKP dan mencoba menyelamatkan diri lagi. Namun, pelaku justru menodongkan sebuah senjata tajam.
“Pelaku mengancam korban dengan diduga senjata tajam yang ditempelkan di pinggang sebelah kiri korban sambil menyuruh korban untuk turun,” ujarnya.
Merasa terancam, korban akhirnya turun dari kendaraannya. Kemudian pelaku pun berhasil membawa kabur mobil korban.
Berita Terkait
-
Penampakan Truk Kontainer Terjun Bebas dari Tol Cibitung, Begini Kondisi Sopir
-
Here We Go! Demi Kepuasan Konsumen, Hyundai Buka Fasilitas Body And Paint di Harapan Indah
-
Biasa Cetak Buku Yasin, Percetakan di Bekasi Diduga Produksi Uang Palsu Senilai Rp1,2 M
-
Ngeri! Driver Taksi Online Dibegal di Jatiasih, Korban Dijerat Tali dan Ditodong Sajam
-
Anggota Minta Duit ke PKL, Kasatpol PP Kota Bekasi: Rp5000 Doang Buat Beli Minuman
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan