SuaraBekaci.id - Pabrik bakso berbahan baku jeroan sapi yang berada di Kampung Warung Bingung, Desa Sukaasih, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, digerebek polisi lantaran tidak memiliki izin edar.
SuaraBekaci.id menyusuri langsung lokasi pabrik tersebut pada Kamis, 8 Agustus 2024. Dari kawasan Harapan Mulya, Kota Bekasi, butuh waktu hampir satu jam untuk sampai ke lokasi pabrik tersebut.
Jalan ke lokasi pabrik bakso itu dapat diakses melalui Jalan Perjuangan, Kota Bekasi menuju Jalan Raya Sriamur, dilanjut ke Jalan Raya Tambelang.
Setelah sampai di Polsek Tambelang, lurus terus sejauh 3 kilometer dan lokasi tujuan akan berada di sebelah kanan jalan dengan plang warna hijau bertuliskan ‘Danau Arjuna Samba’.
Kondisi terkini, akses masuk pabrik bakso tersebut telah ditutup oleh tembok setinggi kurang lebih 2 meter. Sebelumnya, hanya perlu melewati gerbang berwarna hitam.
Selain itu, akses masuk ke pabrik bakso itu juga bisa melalui gerbang hitam dekat masjid yang berada dalam kawasan tersebut.
Namun, berdasarkan keterangan warga sekitar, gerbang tersebut dijaga oleh petugas keamanan pabrik dan yang diperbolehkan masuk ke dalam kawasan tersebut hanyalah pegawai pabrik.
Dari balik gerbang hitam itu, nampak dalam kawasan pabrik terdapat masjid, rumah bertingkat, dan beberapa bangunan.
“Masuknya (ke pabrik bakso) lewat belakang masjid situ, lurus aja terus ke belakang,” kata Ketua RW 02 setempat, Tahdi saat ditemui di tempat tinggalnya.
Baca Juga: Geger Pabrik Bakso di Bekasi Digerebek Polisi, Perangkat Desa Ungkap Fakta Mengejutkan
Sepengetahuannya, pabrik bakso itu telah berdiri lama sekitar puluhan tahun. Namun dia mengaku tidak pernah masuk kawasan pabrik itu.
“Dulunya penggilingan padi, terus bakso rame,” ujarnya.
Tahdi juga mengaku tidak begitu kenal dengan pemilik pabrik Bakso itu. Sepengetahuannya, pemilik pabrik bakso itu bukan orang asli wilayah setempat atau pendatang.
“Katanya orang Madura (pemilik pabrik bakso itu),” tutur Tahdi.
Kepala Urusan Ketentraman dan Ketertiban (Kaur Trantib) Desa Sukaasih, Kawih Haryanto, mengatakan pabrik bakso itu telah berdiri sejak sekitar 2010 silam dengan pemilik pertama bernama Edi Junaedi.
“Bakso itu yang punya orang Madura, namanya bapak H. Edi Junaedi, cuma itu sekarang dioper alih kepada Muhammad Tamam adik kandungnya H. Edi Junaedi,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
Geger Pabrik Bakso di Bekasi Digerebek Polisi, Perangkat Desa Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Lukman Edy Dilaporkan Ketua DPD PKB Bekasi: Dia Siapa? Ikut Campur Rumah Orang!
-
Viral Sopir Parkir di Cikarang Kena Tilang, Polisi: Ada Permintaan dari Pihak Kawasan
-
Larangan Jual Rokok Eceran 200 Meter dari Sekolah, Pemkot Bekasi Akui Kesulitan
-
Polisi Bantah Ada Anggota Terlibat Aksi Pengeroyokan Tukang Cukur di Bekasi
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Digelar Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo Sabet Rekor MURI
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Begini Kisah Heroik Tragedi Berdarah Sasak Kapuk, Ubah Bekasi Jadi Lautan Api
-
Heboh Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu, Begini Update Harga Bawang Merah di Indonesia
-
Rela Datang Jam 5 Pagi dari Bekasi, Demi Kaos Gratis HUT RI di Monas