SuaraBekaci.id - Melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), BRI Peduli terus melakukan berbagai inisiatif dalam mengatasi persoalan sampah melalui program-program yang secara nyata dapat menjadi solusi permasalahan sampah di wilayah perkotaan atau wilayah padat penduduk.
Kepedulian terhadap masalah sampah tersebut dilakukan seiring dengan peningkatan persoalan sampah seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat perkotaan yang tidak diimbangi dengan jumlah tempat pembuangan sampah yang memadai.
Salah satunya adalah melalui Gerakan Anti Sampah “Yok Kita Gas” yang dimplementasikan di berbagai pasar di beberapa wilayah di Indonesia antara lain wilayah Semarang, Malang, Bandung, Surabaya dan Denpasar.
Pasar dipilih sebagai lokasi program berorientasi lingkungan karena pasar merupakan salah satu sarana publik. Lokasi berlangsungnya aktivitas ekonomi Masyarakat yang menghasilkan sampah setiap harinya.
Setelah sukses di beberapa kota, kali ini Gerakan Anti Sampah “Yok Kita Gas” dilakukan di Pasar Kota Banjar Jl. Lingkung Ps. Barat, Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat.
Gerakan ini dimulai dengan edukasi dan sosialisasi kepada 1.569 pedagang Pasar Banjar tentang pentingnya pengelolaan sampah. Para pedagang diberikan edukasi untuk mampu memilah antara sampah organik dan anorganik.
Sampah anorganik disalurkan ke bank sampah sehingga bisa menghasilkan tambahan pendapatan bagi pedagang pasar. Sedangkan sampah organik diolah menggunakan metode Maggot Black Soldier Fly (BSF) yang menghasilkan eco-enzyme dan pakan ternak sehingga bisa dimanfaatkan kembali oleh pedagang pasar.
“Kondisi Pasar Banjar ini sebelumnya banyak sampah berserakan dan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) selalu mengeluarkan aroma tidak sedap dan becek karena adanya pembusukan dari sampah-sampah organik” ungkapnya.
Selain sosialisasi, BRI juga memberikan bantuan sarana prasarana pengolahan sampah untuk mendukung Gerakan Anti Sampah di Pasar Banjar. Hasilnya, saat ini, tercatat sebanyak 1.000 kg organik dan 500 kg sampah anorganik berkurang per bulan di Pasar Kota Banjar. Selain itu juga jumlah gas metan (CH4) berkurang sebanyak 21,34 kg per bulan dan reduksi karbon sebanyak 52,82 kg per bulan.
Baca Juga: Saham BBRI Diproyeksi Terus Naik Efek Keberhasilan Transformasi
“Kami menyambut baik program ini di pasar kami. Hal ini juga berdampak ke lingkungan Pasar Banjar, dimana sampah-sampah sudah berkurang. Kami pun akhirnya sadar bahwa sampah itu bisa diolah dan menghasilkan uang”, ujar Erawan Safari, selaku Ketua Bank Sampah Pasar Banjar.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi mengatakan, Gerakan Anti Sampah “Yok Kita Gas” diharapkan dapat fokus dan berdampak positif bagi lingkungan. Program ini merupakan program yang terintegrasi dengan menerapkan prinsip sistematis, menyeluruh, berkesinambungan, serta mengutamakan pemberdayaan masyarakat dan literasi keuangan.
Selain itu dalam pelaksanaannya, program ini terintegrasi dengan proses bisnis BRI dengan memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat.
“Kami berharap apa yang telah dilakukan BRI dapat memberikan manfaat bagi para pedagang di Pasar Kota Banjar dan juga untuk masyarakat secara luas, sehingga kedepannya Pasar Kota Banjar dapat menjadi pasar percontohan khususnya di wilayah Kota Banjar dan di Provinsi Jawa Barat umumnya”, pungkas Hendy.
Berita Terkait
-
Gerakan Anti Sampah di Pasar Banjar, BRI Peduli Bantu Kurangi Limbah Pasar 1.500 Kg/Bulan
-
Bank BRI sebagai Bank UMKM Terbesar di Indonesia Turut Mendukung Isu Strategis AIPF 2023
-
Ratusan Pelaku UMKM Mendapat Bantuan Sertifikat Halal dari Bank BRI
-
Strategi Hybrid Bank BRI Mengantarkan Nasabah Menempuh Perjalanan Transformasi Digital
-
Catatkan Untung Terbesar Sejarah Perbankan RI, Bank BRI Siapkan Cuan Rp4,5 Triliun untuk Para Karyawan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental
-
BRI Bersama PERBANAS, OJK, dan Kemkomdigi Perkuat Sinergi Berantas Scam dan Judi Online
-
Balita di Bekasi Tewas di Tangan Ibu Tiri, Menteri PPPA Beri Peringatan Keras!
-
Pelaku Utama Kasus Penyekapan di Cikarang Ditangkap
-
Menteri Pariwisata RI Apresiasi BRI Wellness Experience Sebagai Penggerak Wisata Wellness