SuaraBekaci.id - Kapolsek Medan Satria, Kompol Nur Aqsha Ferdianto buka suara soal surat edaran salah satu ormas di Pejuang, Kota Bekasi yang diduga meminta dana kepada pedagang kaki lima (PKL).
Dalam surat itu dijelaskan bahwa PKL diminta mengeluarkan dana sebesar Rp100 ribu untuk acara ulang tahun ormas tersebut.
“Nanti kita cek dulu ya, belum tahu bener atau tidaknya. Kan masih kita cek dulu, kita pastikan dulu,” kata Aqsha, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (22/8).
Aqsha mengatakan, saat ini pihaknya belum mendapati kebenaran kabar yang berdar dan tengah mendalami kasus tersebut.
“Ya nanti kita lihat dulu ininya bener atau enggaknya. Kalau misalkan itu kan kita gak bisa ambil keputusan sepihak, kalo memang ada ininya kita tindak, tapi kan kita lihat dulu memang benar atau engga,”
Sayangnya, saat ditanya tindakan apa yang akan dilakukan pihak kepolisian apabila terbukti para pedagang dimintai sejumlah uang untuk kepentingan ormas, Aqsha tak mampu menjawab dengan tegas.
“Kita cari dulu kebenaran beritanya (benar) atau engga. Takutnya beritanya gak bener, beritanya simpang siur, nanti kita sudah ambil statement seperti apa nanti kita salah,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Beredar surat edaran tentang dugaan permintaan dana untuk acara ulang tahun salah satu Organisasi Kemasyarakatan atau ormas di wilayah Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi.
Dalam kop surat itu tertera logo dan nama ormas Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS).
Baca Juga: Duh! PKL di Medan Satria Diminta Rp100 Ribu untuk Ulang Tahun Ormas, Polisi Diminta Tindak Tegas
“Kami keluarga besar Gibas Kelurahan Pejuang, Kota Bekasi ingin memberitahukan bahwasanya dengan menyambut 17 Agustus HUT RI yang ke 78 dan sekaligus pas berdekatan dengan ulang tahun / milad Gibas yang ke 23 tahun, kami mohon untuk kerja samanya, bantuannya, partisipasinya, agar kami bisa mensukseskan acara kami dan hajat kami yaitu milad Gibas,” tulis surat itu, dikutip SuaraBekaci.id, Selasa (22/8).
Adapun permintaan dana sebesar Rp100 ribu itu ditujukan secara khusus kepada pedagang kaki lima (PKL) yang ada di Kelurahan Pejuang.
“Gibas bebagai daerah yang ada diseluruh Indonesia akan hadir berdatangan ke kota Bekasi, maka dari itu kami atas nama tuan rumah ketua Gibas Pejuang memohon bantuannya khususnya terotorial Pejuang buat para pedagang kaki lima (PKL) yang memang sudah menjadi binaan Gibas,” sambung surat itu.
Salah satu pedagang berinisial P (31) mengatakan bahwa permintaan tersebut membuat resah para pedagang. Pasalnya, hal serupa sudah sering terjadi.
“Meresahkan sih, soalnya udah sering itu, setiap acara minta-minta. Terutama hari raya besar. Kalo hari raya engga nentu sih, tapi yang sekarang gede banget sampe Rp100 ribu,” ujar P, kepada awak media.
“Keuntunganya kami aja belum tentu dapat Rp100 ribu,” sambungnya.
Berita Terkait
-
Duh! PKL di Medan Satria Diminta Rp100 Ribu untuk Ulang Tahun Ormas, Polisi Diminta Tindak Tegas
-
Brak! Detik-detik Lomba Panjat Pinang di Gabus Bekasi Makan Korban
-
Tri Adhianto Resmi jadi Wali Kota Bekasi Meskipun hanya Satu Bulan Menjabat
-
Palak hingga Tusuk Sopir dan Kernet Truk di Tomang, Polisi Ringkus 5 Tersangka
-
Pemilik Benda Diduga Bom di Pasar Wisma Asri Bekasi Dicari Polisi: Itu Alat Penghambat Daya
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Misteri Kematian Pensiunan PNS Bekasi: Ditemukan Telungkup, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Proyek Bangunan di TB Simatupang Sepi Usai Empat Pekerja Tewas
-
111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret 2026, Ini Penjelasan BMKG
-
Ini Motif Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi
-
Kronologi Sadis Penyiraman Air Keras di Tambun: Otak Pelaku Bayar Eksekutor Rp9 Juta