SuaraBekaci.id - FC Bekasi City menatap dengn serius kompetisi Liga 2 2023-2024 yang rencananya akan bergulir pada September mendatang.
Tim yang dulunya bernama AHHA PS Pati FC menggabukan kekuatan dari dua klub besar Liga Indonesia, Persib dan Persija untuk musim baru ini.
Setelah resmi mendatangkan Ismed Sofyan, legenda Persija, tim milik Putra Siregar dan Atta Halilintar, kemarin resmi mendatangkan mantan bomber milik Persib Bandung, Ezechiel Ndouasel.
Dua nama ini bukan sosok sembarangan. Ismed ialah legenda hidup Macan Kemayoran, sementara Ezechiel mantan striker haus gol milik Maung Bandung.
Meski sudah berusia 43 tahun, sosok Ismed punya jam terbang yang akan sangat berguna bagi pemain muda macan Khusnul Wahyu.
Ismed ialah saksi sejarah dari perjalanan Liga Indonesia dan Persija Jakarta. Pemain jebolan PSBL Langsa ini punya 329 caps dan 19 gol bersama Macan Kemayoran, torehan angka yang sangat sedikit bisa dilakukan pemain di Liga Indonesia.
Ismed pun menegaskan bahwa meski usianya sudah tak lagi muda, ia masih belum habis dan siap berikan yang terbaik untuk FC Bekasi City di Liga 2 musim 2023-2024.
Ismed bahkan punya target tak main-main. Bawa FC Bekasi City bermain di Liga 1.
"Karier saya belum selesai. Saya masih akan berusaha memberikan yang terbaik di tim ini, terutama untuk lolos ke Liga 1,” ungkap Ismed.
Baca Juga: Borneo FC Boyong Adittia Gigis dari FC Bekasi City, Nabil Husein: Perkaya Opsi Lini Tengah
Selain Ismed, sosok Ezechiel Ndouasel atau yang akrab disapa King Eze juga punya memori indah bersama suporter Persib, bobotoh.
Pemain Timnas Chad itu bermain bersama Persib pada 2017. Pelatih Persib saat itu, Djadjang Nurdjaman sangat yakin pemain bertinggi badan 1,90 m ini bisa jadi mesini gol untuk Maung Bandung.
Keyakinan pelatih yang akrap Djanur itu terbukti benar. Selang setahun setelah bergabung dengan Persib, King Eze menjadi top skorer dengan torehan 18 gol.
Kehadiran King Eze gantikan posisi Herman Dzumafo yang memilih hengkang ke Persela. Gabungnya dua kekuatan Persib dan Persija ini tentu jadi modal kuat bagi pelatih Widyantoro yang juga baru ditunjuk oleh manajemen FC Bekasi City.
Widyantoro bukan sosok asing bagi publik sepak bola Jawa Tengah. Namanya kerap jadi langganan pelatih untuk tim di Jawa Tengah seperti PPSM Magelang, Persis, PSIS hingga Persijap.
Kombinasi ini juga makin menarik jika melihat kekuatan dari pemain muda yang dimilik FC Bekasi City. Dua pemain di sektor tengah yang baru mereka rekrut termasuk kategori pemain muda yakni Hambali Tholib dan Jujun Junaidi.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan 'Matikan' Simic atau Riko, Begini Rencana Persita Redam Persija
-
Direkrut Persib Bandung, Levy Madinda Pernah Main Bareng Pemain Timnas Indonesia di Liga Malaysia
-
Thomas Doll Tebar Ancaman, Ungkap Persija Punya Skema Baru untuk Cetak Gol
-
Pertahanan Solid Tak Begitu Penting, Thomas Doll Ingin Persija Lebih Eksplosif Musim Ini
-
Persija Pincang Cuma Pakai Lima Pemain Asing Arungi BRI Liga 1 2023/2024
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
Apresiasi Prestasi Indonesia Raih Posisi Runner-Up SEA Games 2025, BRI Salurkan Bonus Atlet Nasional
-
Ini Alasan Polda Metro Jaya Tidak Tahan dr Richard Lee
-
KPK Panggil Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi
-
Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Resmi Bercerai
-
Kritik Pedas PDIP: Mengapa KPK Kejar Rieke Diah, Tapi Kasus Rp2,7 Triliun 'SP3'