SuaraBekaci.id - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bekasi, menemukan Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB) berbentuk kepala jembatan di dekat Kali Bekasi, Marga Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
ODCB itu diduga merupakan sisa dari bagian jembatan rel kereta api pertama yang dibuat sekitar abad ke 19 atau tahun 1890-an.
Kini, obyek bersejarah itu terlihat terbengkalai. Banyak ilalang, tumbuhan liar, serta sampah disekitar bangunan tersebut.
Menurut salah satu warga sekitar, Ujang, kondisi bangunan bersejarah itu sudah lama terbengkalai. Sebab, selama ini memang tidak pernah ada yang mengurusi bangunan tersebut, sekalipun Pemerintah Kota Bekasi.
“Bekas jembatan itu mah, jembatan tua. Pemerintah itu udah mengetahui, apalagi bangunan bersejarah.,” kata Ujang, saat ditemui SuaraBekaci.id, Selasa (27/6).
Dirinya yang juga merupakan salah satu penjual handphone terlama di sekitar area Kali Bekasi, mengungkap sebenarnya pihak Pemerintah Daerah sudah sering ke lokasi tersebut, namun hanya sebatas pemantauan. Tidak ada perubahan setelahnya.
Ujang menilai, lemahnya perhatian pemerintah setempat terhadap bangunan bersejarah itu dikarenakan hilangnya ingatan pemerintah terhadap perjuangan pahlawan terdahulu.
“Pemerintah ya sekarang tidak mengingat atas perjuangan orang-orang tua dulu. Kalau mengingat perjuangan orang tua dulu mungkin bagus, gak mau ngambil pusing dia,” ujarnya.
Sejauh ini, Ujang mengatakan, beberapa masyarakat memang sudah ada yang berkunjung ke lokasi tersebut. Namun, hal itu baru akan terlihat jika ada peringatan hari besar seperti hari Pahlawan.
Baca Juga: Sejarah Horor Rumoh Geudong Aceh yang Dihancurkan: Bakal Dibangun Living Park oleh Jokowi
Selebihnya, mereka yang datang ke lokasi tersebut hanya sebatas penggiat sejarah, mahasiswa, dan wartawan yang diberi tugas untuk menggali sejarah di tempat itu.
“Iya (sedikit masyarakat yang tahu), kalau asli orang Bekasi tau, kecuali bukan orang Bekasi ya gak tau,” tutur Ujang.
Melihat kondisi ini, Ujang menyebut, pemerintah seharusnya bertanggung jawab atas peninggalan sejarah itu, dengan melestarikan bangunan tersebut.
“Pemerintah harusnya melestarikan. Melestarikan kan butuh dana kalau masyarakat gak bisa melestarikan paling bisa membersihkan doang, menjaga doang,” tutupnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bekasi, Ali Anwar menyebut, bangunan batu itu memang diduga sebagai potongan jembatan rel kereta api pertama yang telah berusia ratusan tahun.
“Jadi sekitar akhir abad ke 19 (1890-an) itu kan dibangun rel kereta api dari (Jakarta) kota ke Manggarai, dari Manggarai ke Jatinegara, terus Kranji, Bekasi, Tambun sampai Cikarang, tahap pertama tuh,"
Berita Terkait
-
Sejarah Horor Rumoh Geudong Aceh yang Dihancurkan: Bakal Dibangun Living Park oleh Jokowi
-
Menengok Benda Bersejarah Berusia Ratusan Tahun di Kali Bekasi
-
Pro Kontra Pembongkaran Rumoh Geudong: Saksi Bisu Sejarah Kelam, Hanya Tersisa Tangga
-
Sejarah Tragedi Rumoh Geudong, Saksi Bisu Kasus Pelanggaran HAM Berat
-
Lebih Dekat dengan Muhammadiyah, Mahasiswa UMP Ikuti Edukasi Sejarah Muhammadiyah
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi