SuaraBekaci.id - Sejumlah pedagang di Pasar Baru Kota Bekasi mengeluh karena harga cabai dan bawang terus merangkak naik, Rabu (31/5). Kenaikan ini membuat para pedagang mengalami penurunan omset hingga lebih dari 50 persen.
Para pedagang menyebut, kenaikan harga tesebut sudah mulai terjadi jelang bulan Ramadhan 2023, dan semakin melambung pasca lebaran 2023.
Salah satu pedagang di Pasar Baru Kota Bekasi, Mae (52) mengaku saat ini semua jenis cabai sampai bawang mengalami kenaikan hingga dua kali lipat.
“Semua pada naik, cabai, bawang. Cabai rawit dulu Rp 30 ribu sekilo sekarang Rp45 ribu sekilo. Cabai merah biasa sekilo Rp20 ribu sekarang Rp30 ribu,” kata Mae saat ditemui SuaraBekaci.id, Kamis (1/6).
Selain cabai, segala jenis bawang juga mengalami kenaikan harga. Bawang putih kating semula Rp30 ribu sekarang jadi Rp40 ribu per kilogram. Begitu juga bawang merah sebelumnya Rp25 ribu per kilogram, kini dijual Rp35 ribu.
Mae menyebut melambungnya harga kebutuhan pokok itu mulai terjadi sejak memasuki bulan Ramadhan 2023. Lonjakan ini terus meningkat pasca lebaran 2023
“Sejak mau puasa kemarin, lebih parah sekarang habis lebaran pada naik semua. Termasuk (bawang) bombay ini kemarin-kemarin Rp25 ribu sekarang udah Rp50ribu sekilo,” jelasnya.
Mirisnya, harga cabai dan bawang yang terus merangkak naik ini membuatnya harus mengalami penurunan omset hingga lebih dari 50 persen.
“Oh iya (penurunan pembelian) drastis banget, biasa perhari Rp2 juta, sekarang mah Rp1 juta juga ga ada,” tuturnya.
Baca Juga: Daftar Harga Bawang di Pasar Tradisional di Kabupaten Bandung Barat Jelang Ramadhan
Selain penurunan omset, dirinya juga kerap mendengar keluhan sejumlah pembeli terkait kenaikan harga bawang dan cabai. Sementara, dirinya mengaku kini tidak mengetahui penyebab pasti dari melonjaknya harga kebutuhan pokok tersebut..
“Ngeluh lah ‘mahal banget ya bu’ katanya gitu, ya habis gimana kita juga beli mahal ya,” ujarnya.
Mae berharap, lonjakan harga cabai dan bawang ini bisa segera berakhir, agar tidak ada lagi pembeli yang mengeluh lagi, dan pendapatannya bisa normal kembali.
Terpisah, salah satu pembeli yang juga merupakan penjual gado-gado, Riyah (45) mengaku kenaikan harga cabai dan bawang membuat dirinya harus rela memgalami penurunan omset penjualannya.
“Kalau orang jual makanan susah naik turunnya, jadi kalau cabai naik jual segitu turun ya segitu. Jadi ya harus siap untung kita kurang” ujar Riyah.
Kondisi tersebut, membuat Riyah harus pintar-pintar memilih pedagang sayur dengan harga jual termurah. Sebab, hanya dengan cara itu dirinya bisa mendapat keuntungan yang lebih baik.
Tag
Berita Terkait
-
Pengamat Sebut Harga Cabai di Sumut Rendah karena Petani Terlalu Optimis
-
Harga Cabai hingga Daging Sapi di Pasar Cikarang Pasca Lebaran Alami Penurunan
-
Cek Kebutuhan Bahan Pokok di Pasar, Ganjar Temukan Penurunan Harga Cabai
-
Harga Cabai dan Beras di Garut Tinggi, Polisi Bentuk Satgas Pangan Antisipasi Penimbunan dan permainan
-
Ya Ampun! Harga Cabai Rawit di Banyumas Semakin Pedas, Per Kilogram Dijual Rp72.500
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
7 Fakta Viral Keluarga Miskin Pinjam Beras dan Garam untuk Makan
-
Polisi Bongkar Alasan Pelaku Bunuh Teman Sendiri di Pemakaman Bekasi
-
Momen Gibran Main Sepak Bola di Wamena Papua, Cetak Tiga Gol
-
Era Gratis Biskita Trans Wibawa Mukti Bekasi Berakhir, Berapa Biayanya?
-
8 Pedagang Kalibata Gulung Tikar, Total Kerugian Rp1,2 Miliar