SuaraBekaci.id - Seorang driver online Suprapto (46) tewas dengan kondisi mengenaskan. Ia jadi korban perampokan setelah sebelumnya dicekoki kecubung oleh para pelaku.
Dalam kondisi mabuk, korban diturunkan pelaku di Tol Jagorawi, Cipayung, Jakarta Timur hingga akhirnya tewas tertabrak.
Menuru keterangan Kasubdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully, peristiwa itu berawal saat korban mendapat pesanan untuk mengantar penumpang dengan tujuan Bogor.
Pelaku yang berpura-pura jadi penumpang itu kemudian mengajak korban makan di Rest Area Tol Cibubur. Di saat itu, pelaku mencampurkan makanan korban dengan kecubung.
"Korban seolah-olah diajak makan dulu. Padahal makanannya itu sudah dicampuri dengan kecubung," kata Titus seperti dikutip dari Suara.com
"Korban berjalan tanpa sadar, kemudian tertabrak oleh pengendara lain,"
Lantas apa itu kecubung? Apa efeknya untuk manusia saat konsumsi kecubung?
Kecubung merupakan salah satu tanaman yang jika dimakan bisa sebabkan halusinasi. Di sejumlah wilayah seperti Jawa Barat, Kalimantan dan Sumatera, kecubung cukup mudah ditemukan.
Kecubung memiliki nama latin Datura Metel, tanaman jenis ini masih satu kerabat dengan tanaman terompet atau Datura.
Menilik dari catatan sejarah seperti dikutip dari berbagai sumber, kecubung digunakan sebagai bagian dari obat-obatan pada abad ke-10.
Bangsa Mesir Kuno menggunakan bunga kecubung sebagai bagian dari prosesi ritual pemujaan terhadap dewa-dewa. Kecubung ada yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, namun juga ditemukan di kawasan Amerika Selatan. Namun sampai saat ini wilayah asal tanaman ini belum diketahui.
Ialah Carolus Linnaeus yang disebut sebagai bapak ekologi modern pertama kali mengenalkan kecubung di dunia botani sekitar tahun 1753.
Di tanaman kecubung terkandung senyama cathinone yang menimbulkan efek hampir sama dengan amphetamina serta bersifat stimulan, mengurangi nafsu makan dan euphoria (senang berlebih-lebihan).
Selain itu, di tanaman kecubung juga memiliki senyawa scopolamin dan atropin yang bisa membuat orang mengalami delirium halusinogen. Kondisi di mana seseorang tidak bisa membedakan antara kondisi nyata dengan ilusi.
Berita Terkait
-
Kronologi Sopir Taksi Online jadi Korban Perampokan di Tol Jagorawi, Dicekoki Kecubung hingga Tewas Tertabrak
-
Usai Dirampok Penumpangnya, Sopir Taksi Online Tewas Tertabrak di Tol Jagorawi
-
Lengkap dengan Kronologinya, Ini Tampang Tiga Pelaku Pembunuh Sopir Taksi Online di Tol Jagorawi
-
Sopir Taksi Online Tewas, Dibunuh Penumpangnya di Tol Jagorawi
-
Buang Mayat Sopir Taksi Online di Tol Jagorawi, 2 Remaja Pembunuh Anton Kabur dalam Kondisi Mandi Darah
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Jangan Sampai Hipoglikemia! Tips Khusus Dokter untuk Pemudik Penyandang Diabetes
-
Profil Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Baru Iran, Disebut Trump Tidak Akan Berumur Panjang
-
Kawasan Jababeka Cikarang Jadi Kota Wisata Industri Pertama di Indonesia
-
Bukan Jatuhkan Pemerintah, Ini Tujuan Diskusi Tokoh Lintas Generasi dengan Jusuf Kalla
-
Viral! Aksi Lima Mobil Zig-Zag di Tol Becakayu, Polisi Cuma Kasih Teguran Lisan?