Galih Prasetyo
Jum'at, 11 November 2022 | 15:51 WIB
Komika Egi Haw

SuaraBekaci.id - Komika Egi Haw jadi perbincangan publik usai beredar video dirinya tengah membacakan puisi berjudul "Kebaya Merah"

Cuplikan video tersebut diunggah pada akun Twitter pribadinya @egiargians pada Kamis (10/11/2022).

Komika yang memiliki nama lengkap Egi Argiansyah itu membuat puisi tentang kebaya merah dengan tujuan untuk mengkritik dan sebagai lelucon.

Makna tersirat dari puisi tentang kebaya merah seakan ditujukan kepada pihak kepolisian, selain itu dalam puisi itu juga ada beberapa bagian yang menyinggung soal kasus Ferdy Sambo dan tragedi Kanjuruhan.

Bahkan pemilihan kata yang digunakan Egi Haw dalam puisi tentang kebaya merah terdengar terang-terangan menyinggung pihak-pihak yang terkait dengan kasus kebaya merah, Ferdy Sambo, dan tragedi Kanjuruhan.

Ketika membacakan puisi tentang kebaya merah tersebut, pria berusia 23 tahun itu membawakannya dengan gaya bicara khas orang Bekasi.

Selain itu, latar pengambilan video terlihat berada di tempat pembuangan sampah Bantargebang, Kota Bekasi yang merupakan kampung halaman Egi Haw.

Berikut ini isi puisi tentang kebaya merah yang tengah viral di Twitter.

Langit

Baca Juga: Kenapa Pemeran Video Kebaya Merah Diperiksa Pakai Teknologi VR? Ini Alasan Polisi

Bisakah kau binasakan orang-orang yang ketika ditanya jawabnya ‘Kamu nanye?’

Aku takut langit

Aku takut kebiasaan ketika ia meninggal,

Ditanya Malaikat ‘Siapa Tuhanmu?’

Dia jawab ‘Kamu nanye?’

Walaupun lebih baik saat ditanya, jawab ‘Kamu nanye?’

Daripada ketika ditanya, jawabnya ‘Siap! gak tau Yang Mulia’

Heeyy, emangnya kamu pembantu tembem.

Aku kesal langit

Kasus kerusuhan sepak bola lelet

Tapi nangkep pemeran video kebaya merah cepet banget

Hey pak

Yang pake baju mini market juga ada loh

Memangnya kamu gak follow akun @penikmatjilboobs

Aku kesal

Kenapa sih malah duluin nanganin pelaku skandal?

Padahal sama-sama nembak loh

Yang satu nembak ke arah tribun

Yang satu nembak ke arah perut

Lagian kok bisa

Nganter asbak ke tamu malah ketangkep

Tapi aku sadar langit

Ternyata Dilan itu salah

Yang berat itu bukan rindu

Tapi mengakui kesalahan

Kontributor : Rifka

Load More