SuaraBekaci.id - Jelang kick off Piala Dunia 2022, Netflix merilis serial dokumenter berjudul 'FIFA Undercover'. Serial dokumenter ini mengulas sepak terjang pejahat kerah putih di induk sepak bola dunia tersebut.
Serial dokumenter FIFA Undercover terdiri dari lima episode. Tiap episodennya memunculkan cerita berbeda, mulai dari awal berdirinya FIFA hingga skandal pada pemilihan tuan rumah Piala Dunia, termasuk saat Qatar dipilih jadi tuan rumah Piala Dunia 2022.
Citra FIFA yang awalnya dianggap sebagai organisasi terbaik hancur berantakan setelah terpilihnya presiden ke-7, João Havelange.
Dalam serial dokumenter FIFA Undercover itu, pria asal Brasil itu yang membawa angin perubahan besar di FIFA.
FIFA yang awalnya dibentuk oleh 7 federasi sepak bola negara Eropa dan bersifat amatir, mulai menjelma jadi organisasi kapitalis yang mengutamakan uang dibalik semboyan fair play di sepak bola.
João Havelange terpilih menjadi presiden FIFA ke-7 setelah mengalahkan wakil Inggris, Sir Stanley Rous. Demi bisa kalahkan pria Inggris itu, Havelange menggunakan citra politik dan dugaan sogokan.
Havelange gunakan politik apartheid untuk mendapat suara dari federasi sepak bola di Afrika. Padahal selama ini FIFA dikenal sangat anti politik.
Selain itu, Havelange juga diduga menggunakan cara baru untuk bisa mendapat dukungan dari federasi negara yakni iming-iming bantuan dana untuk mengembangkan sepak bola.
Dua cara yang digunakan Havelange sukses membawanya jadi presiden FIFA ke-7. Di sinilah sosok Sepp Blatter muncul ke permukaan. Saat Havelange naik jadi Presiden FIFA, Blatter dapat tawaran dari Havelange untuk menjadi sekjen. Tugas utamanya ialah mencari uang.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 Ikut Piala Dunia Mini di Spanyol, Publik: Jangan Sia-siakan
Serial dokumenter FIFA Undercover juga mengangkat fenomena Sportwashing. Istilah ini digunakan sejumlah jurnalis barat terkait cara FIFA dan pemimpin junta membersihkan citra lewat event sepak bola.
Di serial dokumenter itu, Piala Dunia edisi 1978 dianggap merupakan Sportwashing yang dilakukan Jorge Rafael Videla sebagai diktator Argentina kala itu dibantu oleh presiden FIFA, João Havelange.
Edisi Piala Dunia 1978 yang berlangsung di Argentina disamakan dengan Olimpiade 1936 yang diselenggarakan oleh Adolf Hitler bersama Nazi di Jerman.
Selain itu di serial dokumenter FIFA Undercover juga diulas cara licik Blatter menjatuhkan Havelange. Serta peran besar pemilik Adidas Adolf Dassler memonopoli iklan, peralatan hingga hak siar sepak bola.
Terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 yang penuh dengan kontroversi juga diulas pada serial dokumenter ini.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia U-20 Ikut Piala Dunia Mini di Spanyol, Publik: Jangan Sia-siakan
-
Mario Gotze Come Back! Si Super Mario Kena Penyakit Langka, Kini Mantap Perkuat Timnas Jerman di Piala Dunia 2022
-
Skuad Timnas Portugal Diumumkan Nama Renato Sanches Dicoret, Lantas Cristiano Ronaldo?
-
Sederet Alasan Piala Dunia 2022 Dianggap Sepi dan Tak Semarak, Ada Hubungan dengan Kasus Sambo?
-
Resmi! Inilah Skuad Timnas Jerman yang Akan Tampil di Piala Dunia 2022: Der Panzer Siap Rajai Grup E
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Kisah Kursumawati, Agen BRILink yang Bawa Literasi Keuangan Lebih Dekat ke Masyarakat
-
Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Grand Wisata Bekasi
-
Peneror Bom SDN Srengseng Sawah Sudah Berulang Kali Beraksi, Ini Motifnya
-
Dentuman Keras di Langit Jawa, Ini Penjelasan Ilmiah BRIN
-
Siap-siap! Bansos PKH dan BPNT Triwulan Ketiga Cair 20 Juli 2026