SuaraBekaci.id - Kick off Piala Dunia 2022 tinggal hitungan hari. Namun tak seperti edisi Piala Dunia lalu, edisi Piala Dunia 2022 di Qatar tak terasa semarak di Indonesia.
Sebelumnya salah satu akun fanbase di Twitter @AREAJULID unggah postingan soal sepinya Piala Dunia 2022.
"Piala Dunia 11 hari lagi tapi kok sepi sepi aja ya" tulis postingan tersebut.
Unggahan itu pun mendapat banyak komentar dari warganet. Mayoritas warganet setuju dengan cuitan tersebut.
Menariknya, ada salah satu netizen dengan nama akun @PramuajiAjay yang ungkap pandangannya mengapa Piala Dunia 2022 dianggap sepi di Indonesia.
Dalam cuitnya, akun tersebut membeberkan alasan dari pandangannya sebagai penggemar bola yang telah menonton lima event Piala Dunia.
Di cuitannya, akun @PramuajiAjay mengatakan bahwa pandangannya itu mengesampingkan kasus kontroversial terkait penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.
Diakui oleh akun @PramuajiAjay bahwa edisi Piala Dunia 2022 memang berbeda dibanding event sebelumnya.
Setidaknya ada dua hal berbeda yang menurut pandangannya. Pertama bahwa Piala Dunia tahun ini untuk pertama kali berlangsung di kawasan Arab atau Timur Tengah.
Baca Juga: Resmi! Inilah Skuad Timnas Jerman yang Akan Tampil di Piala Dunia 2022: Der Panzer Siap Rajai Grup E
Alasan kedua, pertama kali juga Piala Dunia diadakan pada akhir tahun.
"Penggemar sepak bola yang sudah terbiasa dengan Piala Dunia di bulan Juni-Juli perlu adaptasi dengan jadwal baru ini," cuit akun tersebut.
"Yang biasanya di akhir tahun masih berkutat dengan club football, tahun ini terpaksa harus ada jeda supata Piala Dunia bisa berlangsung. Hal ini yang, mungkin, jadi alasan utama kenapa Piala Dunia tahun ini dirasa "sepi"," tambahnya.
Ia lalu menambahkan, bahwa setidaknya menurut pemikirannya ada dua faktor lain yang membuat Piala Dunia 2022 kurang mendapat hype dari masyarakat.
"Pertama, ini khusus penggemar bola seusia saya yang sudah mengikuti event Piala Dunia dari edisi 1994. We are getting older!"
"Seiring berjalannya tahun, banyak kejadian yang sifatnya personal maupun in general yang membuat kita sudah terbiasa dengan yang biasa disebut sebagai "Demam Piala Dunia." tulisnya.
Berita Terkait
-
Resmi! Inilah Skuad Timnas Jerman yang Akan Tampil di Piala Dunia 2022: Der Panzer Siap Rajai Grup E
-
Terbukti Keyakinan Pelatih Valencia Gennaro Gattuso, Edinson Cavani Masih Jadi Andalan Uruguay di Piala Dunia 2022
-
The Panturas Tepok Jidat Hingga Kritik Pedas Puan Maharani yang Pilih ke Itaewon Saat 40 Hari Tragedi Kanjuruhan
-
Puan Maharani Dihujani Kritik usai Pilih ke Itaewon Dibanding Tragedi Kanjuruhan
-
Anti Gerah, Stadion Piala Dunia 2022 Bakal Full AC
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Mengawal Ekonomi Masyarakat
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat
-
5 Bencana Dihadapi Indonesia Saat Ini
-
Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei