Di era saat ini, mau tidak mau akan lebih banyak sampah yang dihasilkan dari meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Hal ini tentu saja disebabkan adanya bahan baku untuk memproduksi satu barang.
Dibutuhkan kebijaksanaan dalam mengekstrasi sumber daya alam dan membuang lebih banyak sampah. Sistem "ambil-buatgunakan-buang" saat ini disebut ekonomi linier.
Pada prinsipnya, ekonomi sirkulas bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan material secara sirkular dan menekan produksi limbah dengan memulihkan serta memanfaatkan kembali produk dan material sebanyak mungkin dan dilakukan secara sistemik serta berulang kali.
Prinsip 3R yakni reduce, reuse dan recycle tidak hanya sebatas pada meminta masyarakat mengurangi penggunaan material plastik.
Namun bagaimana caranya material plastik tersebut bisa menjadi produk baru yang artinya mengkondisikan sampah sebagai bahan baku.
Pada bagian ini, prinsip recycle yakni mendaur ulang sampah menjadi pot, tas belanja dan sebagainya. Namun itupun harus diimbangi dengan prinsip bahwa hal itu dikerjakan demi sumber daya terbarukan dalam kerangka Ekonomi Sirkulan dalam jangka panjang.
Inovasi dan Inisiatif jadi Kunci
Terpenting untuk jalankan Ekonomi Sirkular demi atasi masalah sampah ialah inovasi dan inisiatif. Salah satu inovasi dan inisiatif ialah dengan Nabung Sampah Plastik.
Hal ini yang dijalankan oleh Chandra Asri. Kampanye #NabungSampahPlastik, karyawan diajak untuk memilah sampah dari rumah dan menerima nilai ekonomi dari sampah terpilah yang mereka setorkan.
Kampanye direncanakan akan berjalan selama satu tahun dan akumulasi sampah yang berhasil dikumpulkan akan diumumkan di HPSN 2023.
Data di Juli 2022, dari 25 peserta berhasil mengumpulkan 654,65 kilogram sampah yang kemudian ditukar dengan Rp 1juta.
Untuk sampah plastik yang dikumpulkan, implementasinya ternyata sangat berguna bagu masyarakat umum. Dari data Chandra Asri, kualitas stabiltas jalan hingga 40% dengan menggunakan 4-6% sampah kantong belanja plastik kedalam campuran aspal. Inisiatif ini sejalan dengan Perpres No. 83 tahun 2018.
Selain soal inovasi dan inisiatif, setidaknya ada empat faktor penting untuk percepatan Ekonomi Sirkular yakni, pemenuhan layanan sampah, model bisnis dan kemitraan, value creation dan terakhir pelibatan publik.
Pemenuhan layanan sampah misalnya membutuhkan peran serta dan pendampingan dari pemerintah derah. Serta ada kebijakan lahan infrastruktur sampah.
Selanjutnya soal model bisnis dan kemitraan, butuh skema pembiayaan yang berkelanjutan dan berskala optimal. Perlu juga bagimana inovasi teknologi diterapkan seperti penggunaan aplikasi pengelolaa sampah untuk dijadikan rupiah.
Tag
Berita Terkait
-
Multi Manfaat Program Pengelolaan Sampah PHM di TPAS Manggar Jadi Sumber Energi Ramah Lingkungan
-
Viral, Video Penampakan Sampah Terbawa Arus Banjir di Bogor
-
Orang Tua Brigadir J Luapkan Rasa Kecewa ke Ferdy Sambo, Irma Hutabarat: Keluarga Kami Diperlakukan seperti Sampah!
-
Pemerintah Tekankan Komitmen Indonesia Kurangi 70 Persen Sampah Laut Hingga 2025
-
Cara Pakai-Rawat Pakaian Bahan Linen: Ramah Lingkungan dan Solusi Sampah Tekstil Dunia
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Mengawal Ekonomi Masyarakat
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat
-
5 Bencana Dihadapi Indonesia Saat Ini
-
Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei