Lambat laun, Omamat jadi sangat populer tidak hanya di kalangan mahasiswa UI. Baru pada 1974, acara Omamat berganti menjadi Warung Kopi.
Obrolan di Warung Kopi tidak sekedar cerita seram, namun juga ke masalah sosial dan politik negeri ini. Nama Warung Kopi sendiri diusulkan oleh Rudy Badil.
Nama itu kemudian disetujui semua personel karena dianggap sebagai tempat paling demokratis di negeri ini. Mau bicara apa pun bebas.
Penamaan Warung Kopi juga menjadi sindiran halus di fenomena sosial Indonesia saat itu. Hanya di warung Kopi, warga di akar rumput bebas berbicara apapun, kondisi yang tak bisa dilakukan di ruang publik era Orde Baru.
Satu tahun setelah Warung Kopi mengudara di Radio Prambors, Wahyu Sardono alis Dono yang berstatus mahasiswa Sosiologi FISIP UI ikut meramaikan.
Terakhir pada 1976, Indrojoyo Kusumonegoro alias Indro bergabung. Formasi Warkop diawal berdiri pun lengkap. Indro bergabung berstatus akamsi alias anak kampung sini. Hal ini lantaran rumah Indro dan kampusnya, Universitas Pancasila tak jauh dari Radio Prambors di Jalan Prambanan.
Meski begitu, kata Indro saat masuk ke Warkop, ia harus ikut audisi.
“Yang gue ingat, waktu itu gue disuruh menyanyikan lagu ‘Melati’ dari Grace Simon, tapi harus dengan langgam Jawa. Edan kan? Kurang kerjaan banget tuh si Kasino," cerita Kasino.
Saat formasi mereka lengkap ini, semua personel memainkan perannya masing-masing yang khas dan mengocok perut pendengarnya.
Baca Juga: Box Office Suara: Best Scene Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss (Part 2)
Dono misalnya menjadi mas Slamet, pria asal Solo yang senang berfilosofi meski kerap keliru. Lalu Rudy Badil menjadi Bang Holil, pemilil warkop. Kasino memanikan banyak peran, mulai dari Koh Acong sebagai tetangga warung, menjadi Bli Ketut sampai menjadi Kang Kang Jaja.
Sementara Indro juga berperan cukup banyak, menjadi seorang Ubai, keponakan Bang Holil dari Purbalingga. Lalu berperan sebagai Poltak, pemuda Batak.
Menariknya, tiap materi obrolan mereka dibalut dengan banyak informasi dan pengetahuan menarik. Rudy Badil misalnya dengan status mahasiswa Antropologi kerap menyelipkan folklor dari materi dosennya, Prof. Dr. James Danandjaya.
Atau Nanu yang kerap bercanda halak kita, senda gurau ala Batak. Hal ini didapat Nanu karena ia tinggal di Jalan Setia Budi, Jakarta Selatan, yang bertetangga dengan Kampung Batak.
Kepopuleran Warkop kian meninggi. Mereka pun kerap tampil di acara offline hingga pada 1980, Warkop berhenti siaran karena kewalahan mengatur waktu.
Di tahun-tahun itu, materi pembahasan Warkop juga semakin keras. Mereka mulai membawakan kritik politik terhadap pemerintahan Orde Baru.
Berita Terkait
-
3 Artis di Film Warkop DKI Spesialis Adegan Panas, Kini Putuskan Taubat
-
Box Office Suara: Best Scene Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss (Part 2)
-
Film Lama Warkop DKI Tayang di TV, Indro Warkop Curhat Tak Pernah Dapat Royalti
-
Duh! Rumah Dono Warkop DKI di Delanggu Sudah Reyot, Ini Kondisinya
-
Sinopsis Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1, Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Grand Wisata Bekasi
-
Peneror Bom SDN Srengseng Sawah Sudah Berulang Kali Beraksi, Ini Motifnya
-
Dentuman Keras di Langit Jawa, Ini Penjelasan Ilmiah BRIN
-
Siap-siap! Bansos PKH dan BPNT Triwulan Ketiga Cair 20 Juli 2026
-
Dari Dapur Kecil di Sidoarjo, Brownies Ketan Kini Tembus Pasar Internasional