SuaraBekaci.id - Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat Meiki W Paendong buka suara soal mencuatnya isu pemindahan Ibu Kota Provinsi Jabar baru-baru ini.
Kabar yang beredar, isu perpindahan Ibu Kota Jawa Barat dari Kota Bandung ke Tegalluar, Kabupaten Bandung.
"Menurut kami gak ada urgensinya, kami melihat itu memaksa (pemindahan ibu kota Jabar)," katanya, mengutip dari Suarajabar -jaringan Suara.com, Selasa (18/10/2022).
Dia mengungkapkan, menjadikan Tegalluar sebagai kawasan ibu kota maupun pusat pemerintahan maka akan berdampak terhadap lingkungan di kawasan tersebut. Kawasan yang semula didominasi area pertanian nantinya akan berubah menjadi kawasan terbangun.
"Ini landscape di kawasan Tegalluar itu kan daerah budidaya persawahan itu baru dari aspek lingkungan akan terjadi alih fungsi lahan di situ. Yang tadinya kawasan budidaya yang itu sangat erat kaitannya dengan keberlanjutan kebutuhan pangan, tiba-tiba nanti dirubah fungsi ruangnya menjadi kawasan terbangun," ujar Meiki.
"Belum lagi kalau nanti saat beroperasi akan berdampak besar, efek pencemaran yang terjadi. Yang kita tahu selama ini praktiknya masih buruk pengendalian dan pencegahannya," tambah dia.
Pihaknya menduga isu pemindahan ibu kota itu hanya akal-akalan untuk mengakomodir keberadaan stasion Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang berada di Tegalluar, Kabupaten Bandung.
"Kami melihat ini tidak jauh dari akal-akalan untuk bagaimana bisa menghidupkan kereta cepat ini. Bukan berarti azas kebutuhan yang sangat penting," sebut Meiki.
Sebelumnya, wacana pemindahan ibu kota Provinsi Jawa Barat kembali mencuat bersamaan dengan proses penyelesaian proyek KCJB. Tiga kota calon pengganti pusat pemerintahan itu sebenarnya pernah mencuat pada 2019 silam.
Baca Juga: Polri Terlihat Siap Mereformasi Diri, Pemicunya Berawal dari Masalah Internal
Isu ini kembali dibahas setelah Presiden Joko Widodo melawat ke Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung, Kamis (13/10/2022) pagi untuk meninjau perkembangan pembangunan KCJB.
Tegalluar yang terletak di Kabupaten Bandung digadang-gadang bakal dilirik menjadi calon ibu kota Jawa Barat menggantikan Kota Bandung. Dua kandidiat lain adalah Walini di Kabupaten Bandung Barat, dan Kertajati di Kabupaten Majalengka.
Namun, sejauh ini Tegalullar masih menjadi kandidat terkuat. Salah satu alasannya adalah lantaran keberadaan stasiun untuk kereta cepat. Nantinya, KCJB direncanakan akan beroperasi di jalur ganda sepanjang 142,3 km yang berhenti di 4 stasiun yaitu Stasiun Halim (Jakarta), Karawang, Padalarang, dan Tegalluar.
Wacana pemindahan ibu kota Jawa Barat bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, pada Agustus 2019 lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan telah memilih tiga kota calon pengganti ibu kota Jawa Barat. Ketiganya adalah Cirebon, Patimban dan Kertajati. Ketiga daerah itu disebut sebagai Segitiga Remana
Tag
Berita Terkait
-
Polri Terlihat Siap Mereformasi Diri, Pemicunya Berawal dari Masalah Internal
-
Kompolnas Lapor Gaya Hidup Mewah Polri, Presiden Joko Widodo Langsung Bertindak
-
Ramai-ramai Teman dan Guru SMA Tanggapi Isu Ijazah Palsu Jokowi
-
Respons Isu Ijazah Palsu Jokowi, Kesaksian Guru SMA: Jokowi Selalu Raih Nilai Tinggi di Pelajaran Kimia
-
Merasa Terpanggil, Teman-teman SMA Jokowi Ikut Klarifikasi Tudingan Ijazah Palsu Presiden
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Dukung Kemajuan Olahraga Nasional, BRI Raih Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Organisasi Kurator Kelima Diakui Pemerintah, Siap Perkuat Profesi dan Kolaborasi Hukum
-
Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini
-
Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Mengawal Ekonomi Masyarakat