SuaraBekaci.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mempercepat realisasi perluasan lahan area Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Burangkeng, Kecamatan Setu sebagai upaya antisipasi kelebihan kapasitas serta longsoran sampah di sejumlah zona.
"Penganggaran lahan baru bisa di tahun 2023 tetapi diupayakan bisa dimanfaatkan dulu lahannya akhir tahun ini. Sudah ada kesepakatan dengan warga yang punya lahan," kata Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan di lokasi, Sabtu (15/10/2022).
Pemerintah daerah meminta 17 kepala keluarga pemilik lahan terdampak perluasan seluas 2,1 hektare tersebut untuk terlebih dahulu berdiskusi perihal harga ganti lahan yang akan dibayarkan pada tahun 2023 mendatang.
"Sekarang kami kumpulkan dulu dokumen tanah warga yang akan dibebaskan. Minggu depan kami langsung mengundang BPN. Kalau sudah ada kesepakatan harga, lahan ini bisa segera digunakan sehingga longsor sampah ini tidak terjadi. Paling tidak sampai akhir tahun 2023," ujarnya.
Dani mengaku rencana perluasan ini merupakan upaya pencegahan longsor dan kelebihan kapasitas untuk jangka pendek sedangkan jangka panjangnya direncanakan penambahan perluasan area seluas lima hektare.
"Untuk 2024 kami akan ada pembebasan lahan ke area perbatasan Kota Bekasi seluas lima hektare. Akan kami kaji dulu, pertama kajian jalan, kedua sungai karena ada dua sungai, kalau dimungkinkan dibelokkan akan kami belokkan sehingga sampah tidak jatuh ke sungai," tuturnya.
Penambahan lahan tersebut nantinya juga akan dipergunakan untuk mengolah sampah berteknologi Refused Derived Fuel (RDF) dengan menggandeng pihak swasta yakni PT Indocement.
"Nanti di sana disiapkan teknologi sehingga bisa dimanfaatkan untuk apapun. Seperti yang sudah kita komunikasikan dengan Indocement yakni bahan bakar untuk pabrik semen," katanya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi juga masih membutuhkan anggaran pengadaan mesin pencacah plastik. Skema menggandeng investor yang bersedia untuk bekerja sama tengah dijajaki.
"Mereka maunya mengambil sampah yang sudah dicacah, makanya kami butuh modal untuk mesin pencacah. Ternyata mesin ini tidak murah, miliaran harganya. Makanya kami butuh cari investor lagi untuk pengadaan mesin pencacah itu," kata dia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Ada Apa?
-
Aktif Jemput Bola Transaksi Warga, Kiprah BRILink Agen Ria Irawan Topang Roda Ekonomi
-
30 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja di Subang, Cek Syaratnya!
-
Aksi Ekstrem Jambret Pakai Kawasaki Ninja, Rampas HP Pakai Dua Tangan
-
BRI Dorong Penyuluh Antikorupsi Jadi Teladan Integritas di Tempat Kerja