Colombijn kemudian mengkritisi pernyataan soal mengapa gas air mata itu ditembakan yakni adanya suporter yang turun ke lapangan. Bagi Colombijn, apa yang disampaikan tersebut hanya menimbulkan agresi lebih besar di kalangan masyarakat.
"Mereka benar-benar berkata, 'jika orang-orang itu tidak mendengarkan kita, tidak mengikuti aturan, maka kita harus campur tangan'. Siapapun yang berbicara seperti itu kepada warganya hanya timbulkan provokasi,"
"Setelah itu polisi kemudian mengkonfirmasi reputasinya dengan menabrak orang," jelas Colombijn.
Pernyataan dari profesor asal Belanda ini kemudian diamini oleh Zen RS, jurnalis Narasi. Zen mengatakan bahwa kekerasan sudah mengakar di masyarakat Indonesia.
"Jika Anda menyelidiki sedikit lebih dalam ke sejarah kami, Anda akan melihat betapa banyak kekerasan yang terjadi di masyarakat," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Terjawab Kapan Jadwal BRI Liga 1 Kembali Akan Dirilis, Hasil Pertemuan 18 Klub dan PT LIB
-
Sosok-Sosok di Balik 'Selamatnya' Indonesia dari Sanksi FIFA
-
TGIPF: Stadion Kanjuruhan Malang Tidak Layak Untuk Pertandingan Berisiko Tinggi
-
Thailand Berduka, 37 Orang Meninggal Ditembak oleh Mantan Polisi di Sebuah Rumah Penitipan Anak
-
Hasil Sementara Investigasi TGIPF: Stadion Kanjuruhan Tak Layak Dipakai Pertandingan High Risk Match
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai
-
Apa Penyebab Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel