"Saya memerintahkan tabung gas air mata untuk ditembakkan ke tribun. Saya tidak mengatakan berapa banyak. Saya tidak pernah membayangkan konsekuensi yang menghancurkan itu," ucapnya mengutip dari revistalibero
Jorge de Azambuja ialah komandan polisi yang bertanggung jawab pada keamanan di Stadion Nacional, Peru. Azambuja diseret ke pengadilan, ia didakwa bersalah dan dipenjara selama 30 bulan.
Perintah menutup pintu stadion
Penyebab ratusan orang tewas di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 dan di Estadio Nacional Peru pada 24 Mei 1964 ialah tembakkan gas air mata dan tertutupnya pintu stadion.
Pada tragedi di Peru, hasil penyelidikan seperti dikutip dari laporan La Medialuna, menyebutkan bahwa perintah untuk menutup pintu stadion merupakan putusan dari polisi di bawah pimpinan Jorge de Azambuja.
Hal itu dilakukan karena di dalam stadion sudah ada 45.000 penonton, jumlah itu melebihi batas penonton. Polisi berdalih hal itu untuk mencegah penonton lain masuk ke dalam stadion.
"Polisi memerintahkan pintu-pintu stadion ditutup agar tidak ada orang lain yang masuk," tulis laporan tersebut.
Sementara itu di Tragedi Kanjuruhan, tidak jelas siapa yang memberi perintah untuk menutup pintu stadion. Dalam laporan Suara.com berjudul "Kengerian di Pintu 13, yang Sebenarnya Terjadi saat Tragedi Kanjuruhan" terungkap bagaimana para suporter terdesak tak bisa keluar. Gerbang terkunci rapat. Di gate 13, ratusan nyawa melayang.
Salah satu saksi mata, Eko Arianto sempat bertemu seorang aparat keamanan. Bukan memberi pertolongan, si aparat malah berteriak memaki bahkan berusaha memukul Eko. “Jancok, teman saya juga ada yang kena!” hardiknya.
Aparat itu lantas hendak memukul Eko tapi berhasil ditangkis oleh temannya.
Tag
Berita Terkait
-
Erick Thohir Temui Presiden FIFA Hingga Sampaikan Surat Khusus dari Jokowi, Buntut Tragedi Kanjuruhan
-
Bantah Versi Polisi, Komnas HAM: Tidak Ada Suporter yang Menyerang Pemain Arema FC
-
Tragedi Kanjuruhan Diduga Dipicu Gas Air Mata, Komnas HAM Bakal Mintai Keterangan Polisi dan TNI
-
Presiden Jokowi Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan dan Beri Santunan, Warganet: Tindak Tegas PSSI dan Polisi
-
Kata Warga Jogja soal Aksi Damai Seluruh Suporter Sepakbola di Jateng-DIY
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hillary Brigitta Apresiasi Kebijakan Tanpa Batas Usia Relawan MBG: Untuk Kesetaraan Peluang Kerja
-
Sengketa Pipa Limbah Jababeka dan MAP, Jadi Alarm Kepastian Investasi di Kawasan Industri
-
Bukan Sekadar Event, Ini Cara Specteve Membuktikan Bekasi Punya Identitas Kultural
-
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Eksploitasi Anak
-
Kemendagri Percepat Dokumen Kependudukan Keluarga Korban Kecelakaan KRL