SuaraBekaci.id - Dunia berduka. Ratusan orang menjadi korban di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022, tempat berlangsungnya pertandingan Arema FC vs Persebaya dalam lanjutan Liga 1 2022-23.
Liputan tim Malang Suara.com dengan judul "Kengerian di Pintu 13, yang Sebenarnya Terjadi saat Tragedi Kanjuruhan" jadi trending topic di laman Twitter.
Publik dibuat terhenyak, sedih dan geram dengan fakta horor yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 dari hasil liputan tim Suara.com.
Dari cerita Eko Arianto, salah satu saksi mata tragedi Kanjuruhan terungkap pintu 13 kuburan massal para suporter. Dari arah lapangan, polisi terus tembakkan gas air mata.
Para suporter terdesak tak bisa keluar. Gerbang terkunci rapat. Di gate itu, ratusan nyawa melayang.
Eko yang pada malam itu tidak menonton ke dalam stadion, terhenyak saat melihat pemandangan mengerikan di pintu 13.
Para Aremania yang terdiri dari laki, perempuam hingga anak-anak terperangkap tak bisa keluar. Kepanikan jelas tergamar di sana, dari arah lapangan, terdengar suara tembakan gas air mata yang ditujukan kepada mereka.
Sempat ada yang menyuruh para Aremania ini untuk kembali ke tribun agar tidak berdesak-desakan di depan pintu. Nahas bagi mereka, polisi juga tembakkan gas air mata ke arah tribun.
Eko menyaksikan sejumlah Aremania yang terjebak berusaha untuk membobol dinding semen demi bisa keluar. Sementara yang terjebak di dalam berusaha membobol tembok, Aremania lain termasuk Eko berusaha mencari aparat keamanan agar bisa membuka pintu 13.
Eko sempat bertemu seorang aparat keamanan. Bukan memberi pertolongan, si aparat malah berteriak memaki bahkan berusaha memukul Eko.
“Jancok, teman saya juga ada yang kena!” hardiknya.
Aparat itu lantas hendak memukul Eko tapi berhasil ditangkis oleh temannya.
Eko tak menyerah, ia berusaha menyisir ke sisi luar stadion hingga bertemu anggota pengamanan pertandingan. Sayangnya terlambat, saat Eko dan petugas datang ke pintu 13, yang disaksian setelahnya sulit digambarkan dengan kata-kata. Tubuh-tubuh tak bernyawa bergelimpangan.
Tim Liputan: Yuliharto Simon, Dimas Angga Perkasa, dan Aziz Ramadani.
Tindakan Polisi Melampaui Batas
Tag
Berita Terkait
-
Aremania Beri Teguran Keras kepada Ade Armando yang Salahkan Suporter: Jangan Asal Bicara Kalau Tidak Di Lapangan!
-
Komdis PSSI Jatuhi Sanksi Berat ke Arema FC: Terusir Jauh dari Malang, Denda Ratusan Juta dan Larangan Seumur Hidup
-
Cuma 2 Pintu Stadion Kanjuruhan yang Terbuka, Kompolnas Duga Ada Pihak yang Kunci Pintu, Siapa Pemegangnya?
-
Tragedi Kanjuruhan, Kompolnas: Tak Ada Perintah Penggunaan Gas Air Mata
-
Kapolres Malang nonaktif Ferli Hidayat Tidak Menutup dan Mengunci Pintu Keluar Stadion Kanjuruhan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet