SuaraBekaci.id - Dua partai politik besar, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat saling melempar kritik tajam terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Sebagai partai pengusung pemerintah, PDI Perjuangan kena kritik tajam dari Partai Demokrat soal kenaikan harga BBM.
Terkait hal ini, pengamat politik Ujang Komarudin menilai bahwa kondisi ini seharusnya tidak terjadi jika dua politik tersebut duduk bersama.
Dikatakan Ujang, Demokrat menyerang PDIP karena Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kerap dikritik Megawati Cs waktu menjadi Presiden saat menaikkan harga BBM.
Ujang pun tak heran jika saat ini Demokrat memberikan kritik pedas terkait kenaikan BBM.
“Sebenarnya sama, saat masih Partai Demokrat berkuasa dan PDIP menjadi oposisi, PDIP menolak kenaikan BBM,” kata Ujang mengutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com
Ditegaskan Ujang, seharusnya untuk kondisi seperti saat ini, kedua partai politik itu sama-sama duduk bersama mencari solusi agar pemerintah tidak membuat kebijkan menaikkan harga BBM.
Sebelumnya politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu meminta partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk belajar matematika soal kenaikan BBM.
Dalam pernyataan tertulisnya, Adian membandingkan nominal kenaikan BBM pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo dan era SBY.
Baca Juga: Warga Bandung Terima Dana BLT di Tengah Kenaikan Harga BBM
“Sebelum Demokrat Demo baiknya belajar matematika dan sejarah dulu,” judul rilis tersebut.
"JSBY menaikan BBM lebih mahal Rp 1.190 dari Jokowi,” tulis Adian Napitupulu.
Lebih lanjut Adian Napitupulu membandingkan upah minimun dengan kenaikan harga BBM.
Pada era SBY Adian menyebutkan bahwa upah minimum contohnya DKI Jakarta berkisar Rp 2,2 juta pada 2013 maka upah satu bulan dengan harga BBM Rp 6.500 hanya dapat 338 liter.
Pernyataan dari Adian Napitupulu ini untuk menjawab kritik yang disampaikan partai Demokrat.
Tag
Berita Terkait
-
Warga Bandung Terima Dana BLT di Tengah Kenaikan Harga BBM
-
BBM Naik, Solusi Komisi VI agar Kita Jadi Negara Kaya Energi, Tingkatkan Produksi Minyak
-
Warga Kuansing Antre Menunggu Penyaluran BLT BBM di Kantor Pos, Tahap I 2.244 KPM
-
Daya Beli Masyarakat Turun Imbas Kenaikan Harga BBM, PHRI DIY Berharap Ada Diskon Pajak
-
Erick Thohir Pastikan Gaji Karyawan BUMN Naik Seperti BBM, Netizen: Gak Punya Hati
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Jangan Sampai Hipoglikemia! Tips Khusus Dokter untuk Pemudik Penyandang Diabetes
-
Profil Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Baru Iran, Disebut Trump Tidak Akan Berumur Panjang
-
Kawasan Jababeka Cikarang Jadi Kota Wisata Industri Pertama di Indonesia
-
Bukan Jatuhkan Pemerintah, Ini Tujuan Diskusi Tokoh Lintas Generasi dengan Jusuf Kalla
-
Viral! Aksi Lima Mobil Zig-Zag di Tol Becakayu, Polisi Cuma Kasih Teguran Lisan?