SuaraBekaci.id - Kondisi air PDAM Tirta Bhagasasi di Perumahan Harapan Jaya Bekasi Utara sangat tidak layak dikonsumsi. Air dari PDAM terlihat berwarna hitam kecoklatan dan juga sangat kotor.
Menurut salah seorang warga seperti dikutip dari unggahan akun Bekasi24jam--jaringan Suara.com, kondisi ini bukan sekali dua kali terjadi namun sangat sering.
"Bukan pertama kali ya begini, lebih sering 'berwarna' airnya dari pada bening," ungkap warga.
Ditegaskan oleh warga dengan kondisi air PDAM seperti ini, siapa warga yang mau untuk minum dan digunakan.
"PDAM (Pelayanan Daerah Air Minum) tapi siapa yang mau minum air begini" tegas warga.
Dari video yang beredar di lamam sosial media, kondisi air dari PDAM memang sangat tidak layak dikonsumsi.
Video ini pun mendapat banyak kritik dari publik. Sejumlah netizen juga menceritakan kondisi sama di rumahnya.
"Capekkk post keluhan....no action dari PDAM nya....terpaksa kluar uang buat beli filter yang sehari langsung kotor mampet ama kotorannya," tulis salah satu netizen.
"Dulu ngontrak di harapan jaya, pdam ngk pernah dipake, pas mau keluar bayar nya sama denda2nya 1jt lebih, ngontrak 6bulan padahal," timpal akun lainnya.
Baca Juga: Pedagang di Gianyar Keluhkan Air PDAM Bau Kaporit, Rasa Kopi Dan Nasi Jadi Berbeda
"Telat bayar denda air kotor dan keluhan ga ada tanggapan jahat,"
"Bukan bekasi namany klo bnyak masalah," sambung akun lainnya.
Sebelumnya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi akan menerapkan penyesuaian tarif untuk kategori rumah tangga besar dan mewah, mulai pemakaian September atau pembayaran Oktober 2022.
Menurut Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi, Usep Rahman Salim, penyesuaian tarif tersebut berdasarkan keputusan bersama Bupati Bekasi dan Wali Kota Bekasi nomor HK 02 02/Kep 386-rek/2022 dan nomor 539/Kepber.02-EkVIV2022 “Tentang Tarif Air Minum Rumah Tangga Mewan dan Tanf Progresif di Wilayah Pelayanan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi” tertanggal 15 Agustus 2022.
"Adapun klasifikasi penyesuaian tarif tersebut, untuk tarif golongan pelanggan sosial umum dan khusus, tidak berubah. Tarif golongan pelanggan rumah tangga 1A sampai 2B, tidak berubah. Demikian juga untuk tarif golongan non niaga instansi pemerintah, tidak berubah," ucapnya.
Reklasifikasi pelanggan rumah tangga besar menjadi rumah tangga mewah seperti Perumahan Kemang Pratama, Villa Taman Kartini, dan perumahan real estate lainnya yang selama ini masuk rumah tangga 3 atau golongan 2C, menjadi rumah tangga 4 (mewah) atau 2d.
Berita Terkait
-
Pedagang di Gianyar Keluhkan Air PDAM Bau Kaporit, Rasa Kopi Dan Nasi Jadi Berbeda
-
Air PDAM di Ngawi Mirip Kopi Susu, Dibuat Cuci Tangan Malah Jadi Kotor
-
Pompa Air PDAM Tirta Rusak, 31 Wilayah Pelayanan di Tanjungpinang Gangguan, Ini Daftar Daerah Terdampak
-
Air PDAM Kotor Dan Berbau, Warga di Lombok Timur Terpaksa Beli Air per Tangki Rp 500 Ribu
-
Sudah Bayar Tapi Air PDAM Pasuruan Sering Macet, Pelanggan Ramai-ramai Putus Jaringan
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak