SuaraBekaci.id - Dele Alli resmi melanjutkan karier di Liga Turki bersama Besiktas. Pemain yang pernah dijuluki sebagai calon bintang timnas Inggris tersebut berstatus pinjaman di Besiktas.
Pemain berusia 26 tahun itu sendiri sebenarnya masih berstatus sebagai pemain pinjaman Everton dari Tottenham Hotspur.
Namun kubu Everton enggan untuk mempermanenkan status Alli karena penampilannya pada musim lalu yang terbilang buruk. Alli hanya bermain 11 pertandingan bersama Everton pada musim lalu.
Praktis Everton pun ogah untuk keluarkan biaya 40 juta poundsterling untuk membeli permanen Alli dari Tottenham. Kubu Everton pun mencoba menjual Alli secara permenan kepada Besiktas.
Mengutip dari Mirror, Alli dibandrol hanya 6 juta poundsterling oleh Everton kepada Besiktas. Jika Besiktas membelinya secara permanen pada Januari 2023, angka naik menjadi 8 juta poundsterling.
Perjalan Hidup Buruk Dele Alli
Alli dikabarkan memiliki ayah bernama Kehinde 'Kenny' yang memiliki darah bangsawan. Ayah Alli berstatus pangeran dari suku Yoruba, Nigeria.
Namun hubungan Alli dengan ayahnya tidak harmonis. Hal itu dilalarbelakangi karena ayah Alli memilih untuk meninggalkan dirinya dan sang ibu,
Diakui oleh Keny, saat itu ialah masa suram dalam hidupnya. Kenny mengatakan bahwa dirinya menjadi pencandu alkohol. Hal itu yang membuat Kenny memutuskan meninggalkan Alli dan sang ibu.
"Saya punya masalah serius dengan minuman keras karena masa kecil saya yang kurang bahagia. Saya terjebak dengan vodka, bir dan lainnya selama beberapa tahun," kata Kenny seperti dilansir dari dailymail.co.uk
Baca Juga: Besiktas Ingin Pinjam Dele Alli dari Everton
Parahnya lagi, kelakuan ibu Alli, Denise pun tak lebih baik. Sang ibu juga diketahui seorang pencandu narkotika dan seorang alkoholik.
Sang ibu untungnya masih memiliki otak waras dengan memberikan hak asuhnya pada perempuan lain untuk merawat anaknya tersebut.
Alli pun diaposi oleh sebuah pasangan asli Inggris, Alan dan Sally Hickford.
"Memang jahat membiarakan anakku diadposi, namun itu cara untuk menyelamatkannya. Aku bersyukur karena anakku kembali," ucap Denise.
Laporan mirror.co.uk pada 2016 bahkan menyebutkan, Alli menolak menggunakan nama keluarga di seragamnya karena menganggap semua kesuksesannya tidak berhubungan dengan orang tuanya.
Semua usaha sudah dilakukan agar Alli ingat terhadap orang tua kandung yang melahirkannya. Denise dikabarkan pernah menghampiri Alli seusai laga, kemudian Kehinde juga rela ikut tur Stadion White Hart Lane yang mahal agar bisa bertemu dengan Alli. Sayang, usaha tersebut tetap berakhir sia-sia.
Berita Terkait
-
5 Fakta Menarik Jelang Laga Southampton vs Manchester United
-
Pola Budaya High Context, Penyebab Orang Tua di Asia Gengsi Meminta Maaf
-
Parah! Tak Punya Uang, Pria ini Paksa Orang Tua Utang kepada Rentenir untuk Biayai Pernikahan
-
Jadwal Bola Malam Ini: Ada Southampton vs Man United hingga Juventus vs AS Roma
-
Jurgen Klopp Akui Keliru, Sebut Liverpool Kini Butuh Tambahan Gelandang Baru
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Misteri Kematian Pensiunan PNS Bekasi: Ditemukan Telungkup, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Proyek Bangunan di TB Simatupang Sepi Usai Empat Pekerja Tewas
-
111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret 2026, Ini Penjelasan BMKG
-
Ini Motif Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi
-
Kronologi Sadis Penyiraman Air Keras di Tambun: Otak Pelaku Bayar Eksekutor Rp9 Juta