SuaraBekaci.id - Bos judi online Apin BK resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut). Sayangnya, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Apin BK bersama keluarganya saat ini sudah melarikan diri ke Singapura.
Menurut Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi menyebut bahwa Apin BK dan keluarga sempat terdeteksi melintas di TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) untuk pergi ke luar negeri.
"Penyidik telah menelusuri keberadaan J alias ABK melalui koordinasi dengan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan pada tanggal 16 Agustus 2022 dan diperoleh informasi bahwa yang bersangkutan dan keluarganya telah melintas di TPI Kualanamu sejak tanggal 9 Agustus 2022," terang Hadi mengutip dari Batamnews--jaringan Suara.com
Polda Sumut sendiri menurut Hadi baru mencekal Apin BK pada 16 Agustus 2022. Akan tetapi kata Hadi, di hari yang sama Apin BK sudah kabur ke luar negeri.
Dijelaskan oleh Hadi, bahwa Polda Sumut juga sudah dua kali melayangkan surat pemanggilan kepada Apin BK.
Akan tetapi kata Hadi, dari dua kali pemanggilan itu, Apin BK tidak pernah menunjukkan batang hidungnya.
"Mengirim surat panggilan kepada J alias ABK sebagai saksi sebanyak 2 kali yaitu pada hari Senin 15 Agustus 2022 dan hari Jumat 19 Agustus 2022, namun yang bersangkutan tidak hadir," kata Hadi.
Sebelumnya, jajaran kepolisian Polda Sumut melakukan penggerebekan lokasi pengoperasian judi online di Komplek Cemara Asri. Penggerebakan itu dipimpin langsung oleh Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak.
Dikutip dari berbagai sumber, Apin BK sempat menjadi anggota pengurus Partai Golkar Sumut pada periode 2020-2025 dengan jabatan bendahara.
Baca Juga: Jadi Tersangka, Big Bos Judi Online Apin BK Kabur ke Singapura Bawa Keluarga
Namun, meski berstatus sebagai anggota pengurus Partai Golkar, ia juga tidak pernah muncul di kepengurusan.
Berita Terkait
-
Jadi Tersangka, Big Bos Judi Online Apin BK Kabur ke Singapura Bawa Keluarga
-
Singapura Mulai Bolehkan Lepas Masker Mulai Pekan Depan
-
Terungkap, Sebelum Temui NasDem, Puan dan PDIP Ingin Temui Gerindra dan Golkar Lebih Dulu
-
Dianggap Tidak Sopan, Warganet Kecam Aksi Ray Prasetya Cium Pipi BCL di Atas Panggung
-
Ketum Golkar Airlangga Hartarto Ungkap KIB Bakal Temui Puan Maharani dalam Waktu Dekat
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan, Hery Gunardi Raih Best CEO Finance Asia 2026
-
BRI Perkuat Digital Banking untuk Bisnis, Qlola New Skin Hadir dengan Pengalaman Baru
-
Titik-Titik Terparah Krisis Air Bersih di Kabupaten Bekasi: Wilayah Ini Paling Menderita
-
Ekosistem Emas BRI Capai 153 Ton, Potensi Pertumbuhan Masih Terbuka