SuaraBekaci.id - Pihak kepolisian dalam beberapa waktu terakhir ini marak menggencarkan pembasmian praktik judi online. Menurut Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat, maraknya judi online di Indonesia merupakan dampak dari perkembangan teknologi.
Selain karena dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, Achmad Nur Hidayat menilai bahwa maraknya judi online juga dipengaruhi oleh demand yang tinggi di masyarakat.
“Perkembangan teknologi yang semakin canggih menjadi salah satu keuntungan yang dimanfaatkan oleh para pelaku untuk mengembangkan aksinya sekaligus menjauhkan hasil judi online agar tidak dapat terendus negara,” ungkapnya seperti dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com
Achmad Nur Hidayat menambahkan, pelaku judi online kerap mengubah situs judi online, berpindah-pindah server dan berganti rekening.
Tidak hanya itu, Nur Hidayat juga menyebut bahwa ada judi online yang menyatu dengan bisnis sah.
Menurut Achmad, hal tersebut tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi PPATK untuk menelusuri aset yang nilainya mencapai ratusan triliun per tahunnya dan membawanya kembali ke Indonesia (repatriasi).
“Kegiatan judi online ini juga menjadi marak karena besarnya demand pemain judi online di masyarakat. Sehingga, penyedia judi online terus tumbuh dan dengan mudah berubah bentuk apabila operasi mereka terdeteksi oleh penegak hukum,” ucapnya.
Pemerintah haruslah memberikan informasi yang valid kepada masyarakat terkait dampak buruk judi online ini.
Sebelumnya, dari hasil penelusuran PPATK, aliran dana yang terindikasi judi online mengalir ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Kamboja, Filipina.
Baca Juga: Tim Ular Senduk Tangkap Dua Pelaku Judi Togel
PPATK telah berkoordinasi dengan lembaga intelijen keuangan di negara tersebut. Selain ke beberapa negara di atas, aliran dana terindikasi judi online ini pun diduga mengalir hingga ke negara ‘tax haven’.
Berita Terkait
-
Tim Ular Senduk Tangkap Dua Pelaku Judi Togel
-
Roy Shakti Ungkap Judi Online Punya Beking Kuat: Buktinya YouTuber Promo Nggak Ditangkap
-
Miris, Video Perempuan Berhijab Nongkrong Sambil Main Judi Online dan Hisap Rokok, Publik: Malaikat Pasti Heran
-
Kapolda Bali Perintah Tindak Tegas Judi, Komentar Netizen: Prettt!
-
15 PSE Diblokir, Menkominfo Sebut Setiap Hari Berantas Judi Online
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Catering Healthy Go Ramadhan di Blibli: Langganan Makanan Sehat yang Bikin Puasa Lebih Ringan
-
Hakim DD Dipecat Karena Terbukti Telantarkan Mantan Istri dan Anak
-
Dua Oknum Hakim Terbukti Selingkuh, Ini Sanksi Beratnya
-
Teheran Diguncang Ledakan Baru! Israel Kembali Menyerang
-
Perbedaan Krusial Zakat dan Pajak Menurut Jusuf Kalla