SuaraBekaci.id - Timnas Laos U-19 berhasil mencetak sejarah tersendiri setelah mengalahkan Thailand dengan skor meyakinkan 2-0 di babak semifinal Piala AFF U-19 2022 di Stadion Patriot Candrabhaga, Rabu (14/7/2022).
Dua gol kemenangan Laos diciptakan oleh Peeter Phanthavong (7′) dan Damoth Thongkhamsavan (85′). Tiket ke partai final Piala AFF U-19 2022 dirayakan dengan sukacita oleh skuat Laos dan juga suporter Timnas Indonesia.
Laos dianggap berhasil membalaskan dendam publik sepak bola nasional kepada Thailand. Bersama Vietnam, Thailand dianggap tak tunjukkan sportivitas saat melakoni laga terakhir babak fase grup A Piala AFF U-19 2022.
Hasil imbang 1-1 kedua negara membuat Timnas Indonesia U-19 tersingkir di babak fase grup. Tidak hanya Thailand yang terhenti di semifinal, Vietnam pun alami nasib serupa, dikandaskan oleh Malaysia.
Menarik melihat perkembangan sepak bola Laos saat ini. Negara yang di era 90-an menjadi lumbung gol untuk Indonesia dan negara ASEAN lainnya saat ini mulai menunjukkan perkembangan.
Perkembangan yang bisa menjadi batu sandungan untuk Timnas Indonesia di masa depan. Lantas seperti apa perkembangan sepak bola Laos itu sendiri?
Menilik dari sejarahnya, federasi sepak bola Laos baru berdiri pada 1951. Akan tetapi sejak 1951, sepak bola Laos mirip dengan negara-negara berkembang lainnya, berjalan di tempat bahkan terkesan terus alami kemunduran.
Masalah match fixing menjadi penyebabnya. Sama seperti Vietnam di awal kebangkitan sepak bola mereka, kompetisi lokal di Laos dihadapkan pada masalah pengaturan skor.
Pada 2017, AFC menyelidik timnas Laos serta klub Lao Toyota FC terkait pengaturan skor. Kasus ini diselidiki AFC sejak 2014.
Baca Juga: Timnas Laos U-19 Cetak Sejarah, Pertama Kali Lolos ke Final Piala AFF
Dari hasil penyelidikan AFC, 15 pemain dan ofisial kemudian dijatuhkan sanksi larangan seumur hidup. Mereka yang terlibat tidak main-main, ada kapten timnas Laos, Saynakhonevieng Phommapanya hingga bintang mereka saat itu, Khampheng Sayavutthi.
Apakah masalah match fixing di Laos selesai? Ternyata tidak, di awal Januari 2022, FIFA membongkar ada praktik pengaturan skor yang dilakukan 45 pemain Laos.
Ke-45 pemain itu kemudian dijatuhkan sanksi larangan seumur hidup juga. "Tindakan mereka telah merusak reputasi mereka sendiri dan negara," kata wakil presiden PSSI-nya Laos, Khampheng Vongkhanti mengutip dari RFA.
Belajar ke Jepang hingga Jerman
Meski masih dihadapkan pada masalah klasik pengaturan skor, PSSI-nya Laos, LFF tetap berusaha untuk membuat sepak bola di negara mereka berkembang.
Setidaknya mereka berupaya untuk bisa membangun generasi baru di tim nasional mereka, hal ini yang mungkin terlihat di skuat Laos U-19 di Piala AFF U-19 2022.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Motor Dicuri, Driver Ojol Tak Menyangka Polisi Lakukan Hal Ini
-
Meikarta Jadi Hunian Rakyat, Lippo Group Segera Serahkan Lahan ke Negara
-
Modal Pistol Korek Api, Mahasiswa di Bekasi Nekat Rampok Minimarket Rp12 Juta
-
Geger Pelecehan Seksual Terhadap Anjing di Pet Shop Penjaringan
-
Kekeringan Melanda Bekasi: Ini Cara Warga Dapatkan Bantuan Air Bersih Gratis