SuaraBekaci.id - Seorang pria paruh baya bernama Paidi (50) warga Unit 1 Kecamatan Bandar Margo Tulang Bawang didakwa tuntutan penjara sembilan tahun atas kasus pemerkosaan yang dilakukan terhadap keponakannya. Diduga Paidi menjadi korban pidana tuduhan perkosaan dengan pengakuan palsu.
Sang anak melalui akun media sosial Tiktok @nabillaptryyyyyyy menceritakan kronologi fitnah yang dilayangkan terhadap ayahnya. Cerita akun tersebut lantas viral dan tersebar di berbagai media sosial salah satunya diunggah ulang oleh akun Twitter @privacy12276.
Diceritakan korban berinisial MR (16) merupakan keponakan terduga pelaku Paidi yang sebelumnya sering menginap dirumah keluarga Paidi.
"Bermula di awal Januari si 'ML' tinggal dirumah kami yang bertepatan di Kampung Penawar Rejo Unit 1 Kabupaten Tulang Bawang karena niat dia mau melanjutkan sekolah di dekat rumah kami," tulis kalimat pembuka awal thread tersebut.
Dari situ wanita ini mengungkapkan bahwa saat MR menginap di kediaman mereka, sikap tingkah dan perilaku MR telah tak baik.
"Belum juga menginap dia udah keluar dengan laki laki, keluar dekat Maghrib dan pulang jam 10an, dia memakai barang barang saya tanpa seijin saya," ungkapnya kemudian.
Singkat cerita sejak saat itu wanita ini tak mengijinkan MR untuk kembali menginap di rumah mereka.
Atas dasar hubungan kekeluargaan, saat ayah MR meninggal dunia, keluarga Paidi pun senantiasa menyampaikan bela sungkawa dan tetap menjalin hubungan silaturahmi dengan keluarga MR.
Akan tetapi berdasarkan keterangan dalam Thread tersebut sesampainya disana rupanya kebohongan dan kejanggalan mulai bermunculan.
Baca Juga: Apa Itu Kateter Urin yang Heboh Dibicarakan Gegara Konten TikTok Mahasiswi Keperawatan?
"Kami diundang, sampai sana gak ada acara, si anak gila ini ngomong kakaknya kritis sakit, eh si kakaknya bilang istrinya mau melahirkan, tapi mereka gak ngabarin kalau gak ada yasinan," lanjutnya.
Pemilik akun tersebut lantas menceritakan kronologi bagaimana hingga akhirnya sang ayah difitnah melakukan tindakan tak senonoh kepada MR.
Yakni saat Paidi memberikan tumpangan kepada MR ke tempat kerjanya di salah satu cafe wilayah Simpang Asahan.
"Intinya bapak lewat depan rumah mereka terus didepan rumah ada ibu si MR, bapak mampir sekalian jenguk yang lahiran, eh pas pulang ibunya nitipin anak ini nyuruh bapak anterin ke tempat kerja karena searah," ungkapnya.
Diperjalanan itu saat Paidi mengantarkan MR ke Cafe tempatnya bekerja, sang kakak yang bernama Suryadi.
"Ya udah deh dianterin bapak naik mobil, eh dibelakang itu ada kakak laki lakinya namanya Suryadi ngikutin dari belakang sambil nunjukin jalan ke Cafe," ceritanya.
Tag
Berita Terkait
-
Apa Itu Kateter Urin yang Heboh Dibicarakan Gegara Konten TikTok Mahasiswi Keperawatan?
-
Viral Mahasiswa Perawat Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ujungnya Dikeluarkan dari Tempat Praktik
-
Tak Diterima Ditegur karena Ngebut di Perumahan, Pengendara Mobil Ini Justru Ngamuk Pukul Warga
-
Densus 88: Khilafatul Muslimin Punya Sejarah Panjang Aksi Teror dan Radikal
-
Viral Ustaz Abdul Somad Bahas Ruqyah, Sebut Ada Jin yang Halangi Punya Anak
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak