SuaraBekaci.id - Diduga akibat terlalu sering menatap handphone, seorang wanita mengalami gangguan pada matanya. Videonya pun beredar viral di media sosial.
Salah satunya adalah pemilik akun Tiktok @yanto948 yang memposting sebuah video kisah nahas yang menimpa wanita akibat diduga keseringan bermain hp.
Dalam video yang diunggah tersebut tampak seorang wanita berperawakan kurus dengan rambut sebahu histeris dan berteriak sembari dipegangi oleh keluarga dan para petugas medis.
Wanita itu bahkan berteriak sembari berdiri di atas brankar rumah sakit dengan mata meraba menengadah ke atas langit-langit sementara para petugas berusaha menenangkan dirinya.
Dugaan kuat wanita tersebut mengalami gangguan pada penglihatannya sehingga ia histeris.
"Cuman mengingatkan jangan terlalu lama bermain hp, ntar jadinya seperti ini, matanya tidak normal," tulis dalam caption.
Postingan ini pun telah ditonton oleh 6,1 juta orang dengan ribuan komentar pro kontra bertengger didalamnya.
"Ini mah kayaknya main hp tidak ingat waktu, misalnya kaya berapa jam atau gak ada hentinya," komen akun @Hm***.
"Kali aja keseringan nonton Drakor di YouTube," tambah akun @riz***.
"Aku main terus terusan biasa aja, gak sampai segitunya, tergantung mentalnya juga," kata yang lain @fatima***.
"Programmer gamer yang bahkan lihat monitor 24 jam bilek," sahut @Asse***.
"Gue setiap main hp pake mode eye protection aman-aman aja," ungkap @ary***.
Dewasa kini telepon genggam seolah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat, hampir setiap orang membutuhkan telepon genggam bagi kehidupan mereka.
Namun terkadang penggunaan yang berlebihan hingga tak kenal batas waktu membuat pengaruh negatif hinggap dalam si pengguna.
Dikutip dari berbagai sumber menyatakan bahwa penggunaan elektronik berlayar seperti laptop, komputer, dan ponsel jika dipakai berlebihan dapat menimbulkan computer vision Syndrome (CVS) atau digital eye strain (DES).
CVS sendiri merupakan keluhan atau ketidaknyamanan mata disebabkan oleh penggunaan alat visual display terminal (VDT). VDT dinilai berbahaya karena mengeluarkan radiasi infra merah dan visible spectrum of light.
Gejalanya antara lain penglihatan kabur atau ganda, nyeri mata, mata lelah dan mata kering. Keluhan lain juga bisa berupa nyeri bahu dan leher, kaku leher hingga nyeri punggung.
Bila gelaja masih ringan bisa diobati dengan obat obatan kedokteran namun jika sudah parah maka harus dilakukan tindakan operasi.
Kontributor : Ririn Septiyani
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Lokasi Samsat Keliling di 14 Titik Wilayah Jadetabek
-
Fitur QRIS Tap dari BRImo, Bayar TransJakarta Jadi Lebih Praktis dan Mudah
-
Cara Mengelola THR agar Lebaran Tidak Berujung Pusing
-
BRI Dukung Asta Cita dan Program 3 Juta Rumah, Target 60 Ribu Unit
-
98 Mal Jakarta Gelar Promo Spesial di Tahun Baru Imlek