SuaraBekaci.id - Hepatitis misterius pada anak jadi bahasan hangat di seluruh dunia. Pasalnya, Hepatitis misterius itu dikaitkan dengan vaksinasi COVID-19.
Menanggapi hal itu, Pakar kesehatan yang juga Ketua Satuan Tugas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengatakan hipotesis bahwa Hepatitis misterius terkait dengan vaksinasi COVID-19 belum didukung fakta.
"Hipotesis ini tidak didukung data, karena sebagian besar anak-anak yang terkena hepatitis misterius ini justru belum menerima vaksinasi COVID-19," kata Zubairi Djoerban, Selasa (3/5/2022) dikutip dari Antara.
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) melaporkan hingga kini terdapat 170 kasus dugaan Hepatitis akut di dunia, termasuk tiga anak di Indonesia yang meninggal.
Ia mengatakan sebagian besar anak-anak mengalami masalah gastrointestinal terlebih dahulu, diikuti penyakit kuning. Tes laboratoriumnya juga menunjukkan tanda-tanda peradangan hati parah.
"Sebagian besar anak tidak mengalami demam," katanya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), kata Zubairi, rentang usia pasien yang diidentifikasi antara bayi berusia satu bulan hingga remaja berusia 16 tahun.
Terkait penyebabnya, Zubairi mengatakan para ahli sedang menyelidiki, termasuk di Indonesia. "Sebagian ketemu Adenovirus 41, sebagian ketemu SARS-CoV2, sebagian kombinasi dua virus itu, dan masih mungkin dipicu penyebab lain," katanya.
Zubairi mengatakan Adenovirus merupakan virus umum yang sebabkan berbagai penyakit seperti pilek, demam, sakit tenggorokan, bronkitis, pneumonia, dan diare. "Adenovirus 41 belum pernah terkait dengan hepatitis, dan patogen umum ini biasanya bisa sembuh sendiri," katanya.
Baca Juga: 5 Fakta Hepatitis Akut yang Diduga Buat 3 Anak di Jakarta Meninggal Dunia
Zubairi mengatakan Hepatitis misterius tersebut berkriteria amat serius karena beberapa anak meninggal dunia. Bahkan sepuluh dari 145 pasien dengan hepatitis akut ini memerlukan transplantasi hati yang terjadi di Inggris.
Zubairi menambahkan hingga saat ini belum ada teknologi diagnosa untuk mendeteksi Hepatitis misterius itu. "Belum ada tes yang memastikan," katanya.
Sejauh ini, kata Zubairi, pasien pengidap Hepatitis tersebut dinyatakan negatif terhadap virus hepatitis A, B, C, D, E dan dengan kadar enzim transaminase lebih dari 500 unit per liter.
Menurut laporan WHO, rentang usia pasien yang diidentifikasi sejauh ini antara bayi berusia satu bulan hingga remaja berusia 16 tahun. Sebagian besar pasien anak mengalami masalah gastrointestinal terlebih dahulu, diikuti penyakit kuning.
Tag
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
Terkini
-
Investasi Asing Sektor Jasa Melonjak 86 Persen, Jawa Barat Jadi Tujuan Utama
-
Usut Korupsi ATR/BPN, KPK Bidik Proses Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan
-
Natasha Olivia Aliza Jadi Lulusan Terbaik Tunggal Magister Kenotariatan UNTAR
-
Peringatan Keras Bupati Bekasi ke Kepala Desa: Jangan Korupsi !
-
KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai