SuaraBekaci.id - Delapan titik ini disebut rawan kepadatan pada ruas Tol Jakarta-Cikampek saat arus mudik dan balik lebaran 2022. Hal itu disampaikan oleh General Manager Representative Office 1 JTTRD, Muhammad Taufik, di Bekasi, Kamis (14/4/2022).
"Titik rawan kepadatan keluar Jakarta pertama di Simpang Susun Cikunir karena ada pertemuan arus lalu lintas dari Jati Asih, Cawang dan Rorotan. Kemudian di KM 48 pertemuan arus lalu lintas Japek Elevated dan Eksisting," kata Taufik.
Taufik menambahkan, titik lainnya di KM 50+600 karena ada pengurangan dari empat menjadi tiga lajur. Terakhir di KM 70+400 imbas antrean Gerbang Tol Cikampek Utama.
"Sedangkan untuk lokasi kepadatan selama arus menuju Jakarta pertama di KM 66+800 yaitu pertemuan arus lalu lintas dari Cipularang dan Cikampek. KM 61+400 pengurangan lajur dari empat ke tiga lajur. Titik akhir di KM 10 adanya antrean Gerbang Tol Cikunir 2 dan pekerjaan Pier KCIC (Kereta Cepat Indonesia-China)," jelasnya.
Di lokasi yang sama, Corporate Communication & Community Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, pihaknya memprediksi jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta pada lebaran 2022 ini meningkat tajam. Perkiraan volume kendaraan bakal melampaui angka lalu lintas periode mudik sebelum pandemi covid-19 pada tahun 2019.
"Tahun ini, diprediksi bukan hanya angkanya yang akan naik dari tahun 2021, tapi sudah melampaui angka lalu lintas sebelum masa pandemi (covid-19) tahun 2019," sambung Dwimawan.
Secara persentase, kata Dwimawan, volume kendaraan meningkat 12 persen.
Sedangkan, terkait puncak mudik akan terjadi pada 29 April 2022, dan arus balik pada 8 Mei 2022.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk menghindari perjalanan pada saat arus puncak mudik dan arus puncak balik," lanjutnya.
Baca Juga: Mudik Gratis Lebaran 2022, Pemprov Jateng Luncurkan 118 Bus Bagi Perantau yang Pulang Kampung
Untuk itu, Jasa Marga telah bersiap dengan sejumlah rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kepadatan saat arus mudik dan balik lebaran nanti. Salah satunya dengan membuat rekayasa contra flow dan one way atas diskresi dengan pihak Kepolisian.
"Untuk antisipasi kepadatan di gerbang tol kita memastikan keberfungsian peralatan 100 persen ditambah mengoptimalkan gardu miring, serta menambah mobile rider untuk melakukan transaksi di luar GTO (Gerbang Tol Otomatis) untuk menambah kapasitas di gerbang," jelasnya.
"Kemudian untuk di lajur, kita menempatkan petugas, ada titik-titik yang kita prediksi ada kepadatan. Lalu kita bekerja sama berkoordinasi intensif dengan kepolisian," lanjutnya.
Kontributor: Rino Fajar Setiawan
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
BRI Peduli Dorong Posyandu Jadi Pusat Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak
-
Sempat Diragukan, Aksi Gotong Royong Warga Berbuah Bendera Merah Putih Setengah Kilometer
-
Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif
-
DPR RI Murka! Korban Curanmor di Bekasi Malah Diteror Sindikat, Polisi Diminta Bergerak Cepat
-
Calon Kades Petahana Kabupaten Bekasi Diminta Cuti