SuaraBekaci.id - Dua tahun sudah pengelola angkutan haya bisa gigit jari di masa Lebaran Idul Fitri karena pemerintah melarang aktivitas mudik.
Namun pada Lebaran tahun 2022 ini, Pemerintah Pusat kembali memperbolehkan masyarakat mudik.
Kebijakan tersebut disambut oleh pengusaha alat transportasi karena momen meraup untuk lebih akan kembali dirasakan.
“Jelas saya pribadi mengapresiasi kebijakan itu (kembali diperbolehkan mudik.red), secara umum jumlah penumpang bertambah dan itu akan berdampak pada pendapatan kami,” ucap pengurus Bus Warga Baru Purwakarta, Rajab, Senin (4/3/2022).
Dirinya menyebut, bahwa dalam dua tahun terakhir pemerintah membatasi pergerakan masyarakat termasuk pelarangan mudik lebaran.
“Kebijakan itu seakan menelan pil pahit karena mengalami penurunan omzet hingga 50 persen,” jelas Rajab.
Akibatnya, sambung dia, sempat berhentikan sebagian operator (sopir dan kernet) bus karena tidak seimbang pengeluaran dengan penghasilan yang diperoleh.
“Dengan kembali bisa mudik bisnis transportasi angkutan darat diharapkan bisa kembali pulih ke level normal. Bukan cuma pengusahanya, pekerja di sektor transportasi pun kembali memiliki harapan,” tutur Rajab.
Rajab mengaku tidak menutup kemungkinan armada bus ditambah ketika ada lonjakan penumpang pada momen mudik dan arus balik nanti.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik di Terminal Kalideres Diperkirakan pada H-2 Lebaran, Capai 3.500 Penumpang
Namun, untuk saat ini menyediakan sembilan armada karena momen paling ditungu-tunggu ini masih tergolong lama.
“Kalau ditambah paling tiga armada. Arus mudik biasanya mulai terasa H-7 dan mudik H+7,” bebernya.
Ia berkomitmen akan memperketat protokol kesehatan sebelum penumpang masuk ke dalam bus pada arus mudik maupun balik.
“Selain pakai masker kita cek juga vaksinasi penumpang,” ujar Rajab.
Berita Terkait
-
Tak untuk Umum! DKI Operasikan 37 Bus Sekolah Khusus Disabilitas di 10 Rute
-
F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km
-
Bosan Horor Macet Lebaran? Ini 4 Alasan Liburan Naik Kapal Pesiar Layak Dicoba Tahun Depan
-
Lagi, Viral Oknum Jual Kartu Gratis Transjakarta Rp500 Ribu di Medsos
-
Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 Sebanyak 18 Hari dan Cuti Bersama 8 Hari
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
BRI Manfaatkan Momentum MotoGP Mandalika 2026 untuk Dorong Ekonomi Lokal dan Sport Tourism
-
Pelaku Penyerangan Bus Persib U-18 Diciduk Polisi
-
BRI Pertahankan Posisi Teratas, Nilai Merek Indonesia Capai USD6,9 Miliar
-
Obat Herbal Racikan Abal-abal 4 Pemuda Ini Ancam Nyawa Konsumen
-
BRI Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru untuk Perkuat Solusi Investasi Nasabah