SuaraBekaci.id - Publik tengah dihebohkan dengan pernyataan dari Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa terkait keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) diperbolehkan mendaftar menjadi Prajurit TNI.
Salah satu anak dari petinggi PKI, MH Lukman, Tatiana Lukman mengatakan bahwa pernyataan dari Jenderal Andika Perkasa sebenarnya tidak memiliki dampak untuk keluarga korban 1965-66.
"Saya tidak melihat arti penting dari pernyataan Jenderal Andika itu," kata Tatiana Lukman saat dihubungi oleh Suara.com, Senin (4/4/2022).
"Saya pikir, Jenderal Andika sendiri juga sadar bahwa keputusan itu sebenarnya tidak punya dampak yang berarti bagi keluarga para korban 65 dan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu berani ia menampilkannya," jelas Tatiana.
"Kalau dalam prakteknya, pernyataan Jenderal Andika itu justru menimbulkan kembalinya segala macam fitnah terhadap keluarga korban 65, maka orang jadi tahu apa sebetulnya tujuan dari dikeluarkannya keputusan itu," papar Tatiana.
Dikatakan oleh Tatiana, bahwa yang terpenting saat ini bukan keturunan PKI bisa menjadi prajurit TNI atau tidak tetapi bagaimana pemerintah bisa menyelesaikan masalah pelanggaran HAM berat.
"Justru masalah besar dan pokok yang sampai sekarang terus dihindari penyelesaiannya adalah pelanggaran HAM berat, kejahatan terhadap kemanusiaan sejak 1965 sampai kejahatan-kejahatan yang terjadi di tahun-tahun berikutnya, seperti misalnya pembunuhan terhadap Munir, tragedi Semanggi, penembakan Petrus," paparnya.
Tatiana Lukman juga melihat bahwa saat ini yang dibutuhkan masyarakat ialah pemerintah bisa pro kepada kaum tani dan tidak mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan rakyat.
"Di samping itu, kejahatan dan ketidak adilan terus terjadi terhadap kaum tani yang membela tanahnya dari perampasan korporasi swasta atau Negara, Omnibus Law dengan dampaknya yang sangat serius terhadap kaum buruh dan kelas pekerja lainnya, pembangunan yang sama sekali tidak bertolak dari kepentingan rakyat dan masyarakat, dan tak memperdulikan masalah lingkungan,"
Baca Juga: Keturunan PKI Diizinkan Jadi Prajurit TNI, Mahfud MD: Normatifnya Memang Tidak Ada
Tatiana juga menyebut bahwa keputusan Jenderal Andika soal keturunan PKI bisa menjadi prajurit TNI tidak berarti jika melihat kondisi demokratis di Indonesia.
"Begitu besarnya masalah pelanggaran HAM , pembungkaman dan pengebirian hak-hak demokratis rakyat yang terus berjalan sampai sekarang, sehingga keputusan itu semakin tidak ada artinya," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Siswa 3 SD Terdampak Tol Japek Selatan Bakal Pindah ke Gedung Baru, Ini Lokasinya
-
BRI Manfaatkan Momentum MotoGP Mandalika 2026 untuk Dorong Ekonomi Lokal dan Sport Tourism
-
Pelaku Penyerangan Bus Persib U-18 Diciduk Polisi
-
BRI Pertahankan Posisi Teratas, Nilai Merek Indonesia Capai USD6,9 Miliar
-
Obat Herbal Racikan Abal-abal 4 Pemuda Ini Ancam Nyawa Konsumen