SuaraBekaci.id - Pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek seakan sudah akrab dengan kemacetan dan kondisi jalan berlubang.
Pada lima hingga sepuluh tahun sebelumnya, kepadatan arus lalu lintas di jalan Tol Jakarta-Cikampek hanya terasa saat musim mudik lebaran, kini kemacetan hampir di ruas ini hampir setiap sore terjadi, tepatnya di ruas jalan tol wilayah Bekasi.
Namun sekarang, pada akhir pekan kepadatan kendaraan mengakibatkan kemacetan sudah semakin parah di jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai dari wilayah Karawang hingga Bekasi.
Karena itulah dibangun Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampel Sheikh Mohammed Bin Zayed (Japek MBZ).
Namun kemacetan pada tol Jakarta-Cikampek tetap tak terhindarkan di waktu-waktu tertentu seperti saat long weekend dan musim mudik lebaran.
"Sudah bingung mau komentar apa, setiap lewat tol ini pasti macet, padahal sudah ada jalan layang," kata Imron, salah seorang sopir truk yang rutin melintasi jalan Tol Jakarta-Cikampek tiga kali dalam sepekan dikutip dari Antara, Minggu (20/3/2022).
Dari arah Cikampek dan sekitarnya menuju arah Jakarta, kemacetan hampir terjadi setiap sore hari. Saat memasuki KM 50 ke arah Jakarta, arus lalu lintas sudah tersendat. Kondisi itu terjadi hingga wilayah Bekasi.
Kemudian saat kemacetan semakin parah, petugas melakukan penanganan dengan cara menerapkan contraflow.
Imran dan sejumlah sopir yang sering melintasi jalan Tol Jakarta-Cikampek tak hanya mengeluhkan kemacetan di jalan 'berbayar' tersebut.
Sejumlah sopir mengeluhkan kondisi jalan Jakarta-Cikampek banyak yang berlubang yang bisa merusak kendaraan dan bahkan bisa mengakibatkan kecelakaan.
"Saya beberapa kali dikejutkan kendaraan yang tiba-tiba pindah lajur, menghindari lubang," kata Samsuri, seorang pengguna jalan Tol Jakarta-Cikampek saat ditemui di rest area KM 42 jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Saat melintasi jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta ia mengambil lajur tengah, tapi sebuah kendaraan di depannya yang berada di lajur cepat secara tiba-tiba langsung pindah ke lajur tengah.
Otomatis Samsuri menginjak rem secara mendadak. Beruntung di belakangnya jarak kendaraan cukup jauh, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Saya lupa kejadiannya di kilometer berapa, yang pasti di jalan Tol Jakarta-Cikampek antara wilayah Karawang dan Bekasi. Ketika itu saya sempat menoleh ke jalur cepat setelah kejadian itu, ternyata ada lubang yang cukup parah di lajur kanan," ungkapnya.
Dampak kondisi jalan berlubang di jalan Tol Jakarta-Cikampek juga dikeluhkan oleh Deni, pengendara asal wilayah Cikampek, Karawang.
Tag
Berita Terkait
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Profil Timofei Sokolov Outside Hitter Rusia yang Gabung ke Garuda Jaya di Proliga 2026
-
Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
-
Hoax! Foto Ivar Jenner Photoshoot Pakai Jersey Persija Ternyata Manipulasi AI
-
Fajar Fathurrahman Akui Banyak Tersenyum Bersama Persija
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Karung Pasir dan Bronjong Jadi Tameng Sementara Warga Bekasi
-
Ini Penyebab Penyakit Campak di DKI Jakarta Belum Hilang
-
Rupiah Mendekati Rp17 Ribu per Dolar AS, 5 Hal Ini Perlu Dilakukan Warga Indonesia
-
Simak 5 Panduan Benar Unggah Foto Rumah Supaya Lolos KIP-Kuliah
-
Sosok Andy Dahananto Pilot Korban Kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung