SuaraBekaci.id - PSSI belakangan gencar berburu pemain keturunan untuk dinaturalisasi. Para pemain keturunan ini diproyeksi untuk kelak membela timnas Indonesia.
Soal naturalisasi ini kabarnya menjadi permintaan dari pelatih Shin Tae-yong. Saat jadi bintang tamu di kanal Youtube, Deddy Corbuzier, pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan bahwa ia hanya inginkan pemain yang benar-benar memiliki darah Indonesia untuk bela tim Merah Putih.
Publik sepak bola Indonesia pun terbelah. Ada yang pro dengan kebijakan naturalisasi karena dianggap bisa mengangkat prestasi timnas.
Namun ada juga yang menolak karena dianggap menutup peluang pemain lokal untuk membela Timnas Indonesia. Bahkan dua pemain muda, Bagus Kahfi dan Brylian Aldama sempat menyampaikan kritik soal naturalisasi ini.
"Penting sih penting, tapi kan nggak harus semua yang punya darah keturunan, semua dinaturalisasi," kata Brylian Aldama.
Seandainya timnas Indonesia kelak diisi oleh pemain keturunan seperti apa formasinya? Dan bagaimana jika timnas pun dilatih pelatih keturunan?
Kiper: Emil Audero
Belakangan nama kiper Sampdoria ini kembali menguat sebagai salah satu pemain yang bakal dinaturalisasi. Hal ini disampaikan oleh Exco PSSI, Hasani Abdulgani di akun Instagram miliknya.
"Kolega kami di Itali sudah bertemu dengan Managernya Emil Audero. Mereka minta waktu satu hari untuk menjawab, ikut atau tidak. Semoga aja Emil berkenan gabung Timnas," tulis Hasani Abdulgani, Kamis (3/3).
Baca Juga: Media Vietnam Soroti Naturalisasi Emil Audero Mulyadi, Takjub dengan Harga Pasarnya yang Tinggi
Bek Tengah: Tommy St. Jago
Bek yang satu tim dengan Bagus Kahfi di FC Utrecht ini bisa jadi pilihan setelah Mees Hilgers memutuskan tak mau membela timnas Indonesia. St Jago masih berusia 22 tahun dan telah melakoni 28 laga bersama FC Utrecht.
Bek Tengah: Jordi Amat
Pemain yang berusia 29 tahun ini jadi salah satu pemain paling prioritas untuk dinaturalisasi oleh PSSI. Kabar terbaru berkas dari Jordi Amat tengah diproses Kemenkumham.
Bek Kanan: Sandy Walsh
Sandy Walsh sudah sangat mantab untuk membela timnas Indonesia. Proses naturalisasi pemain yang sekarang membela K.V. Mechelen dikabarkan akan segera rampung.
Keinginan Sandy Walsh untuk bisa membela tim Merah Putih memang benar-benar ditunjukkan pemain berusia 26 tahun tersebut.
Terbaru, Sandy Walsh baru saja mendatangi Kedutaan Besar Indonesia di Belgia. Di sana ia sempat menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan fasih.
Bek Kiri: Shayne Pattynama
Shayne Pattynama menjadi pemain berikutnya yang juga diprioritaskan oleh PSSI untuk dinaturalisasi. Agen Shayne, Fardy Bachdim kepada Suara.com beberapa waktu lalu juga telah menegaskan keinginan pemainnya untuk bela timnas Indonesia.
"Ya itu benar, saat ini kami sedang bekerja terkait proses tersebut," kata Fardy.
Gelandang:
Godfried Roemeratoe (gelandang bertahan)
Roemeratoe ialah gelandang bertahan berusia 22 tahun yang membela Willem II.
Jordy Wehrmann (gelandang sentral)
Nama Jordy Wehrmann juga disebut oleh Exco PSSI, Hasani Abdulgani untuk dinaturalisasi.
Xavi Woudstra (gelandang serang)
Pemain berusia 17 tahun ini jadi andalan di Heerenveen U17, ia telah melakoni 13 laga dan mencetak 5 gol.
Depan:
Sinjo Leninduan (sayap kiri)
Winger kiri berusia 18 tahun ini sekarang membela NEC U18 dan telah mencetak 1 gol dari 9 laga pada musim ini.
Eliano Reijnder (sayap kanan)
Ia adalah adik dari Tijjani Reijnders, pemain keturunan Indonesia yang membela AZ Alkmaar. Sang kakak sendiri dikabarkan menolak untuk dinaturalisasi.
Delano Ladan (penyerang depan)
Delano adalah pemain yang sekarang membela Feyenoord U-21 telah menjalani 5 laga pada musim ini dan cetak 1 assist.
Cadangan:
Kiper:
- Daniel Klein, ia memiliki darah Bali dari ibunya dan saat ini membela klub FC Augsburg.
- Cyrus Margono, kiper berdarah Indonesia yang sekarang membela klub Yunani, Panathinakos B.
Bek: Kevin Diks, Fons Gemmel, Matthew Steenvoorden, D'Leanu Arts
Gelandang: Ivar Jenner, Liam Oetoehganal, Julian Oerip
Penyerang: Jim Croque, Jelte Pal
Formasi: 4-3-3
Pelatih: Jos Luhukay
Sosok pelatih berusia 58 tahun ini sudah tak asing bagi sepak bola Belanda. Ia memiliki karakter dan filosofi sepak bola yang sangat kuat.
Jos sempat tercatat melatih di klub Bundesliga, seperti Borussia Mönchengladbach, Hertha Berlin, hingga VfB Stuttgart. Per 2021, setelah melatih St Pauli, Jos kembali ke Belanda dan melatih VVV Venlo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Geger Pelecehan Seksual Terhadap Anjing di Pet Shop Penjaringan
-
Kekeringan Melanda Bekasi: Ini Cara Warga Dapatkan Bantuan Air Bersih Gratis
-
Israel Bunuh Hampir 1.000 Warga Palestina Sejak Oktober
-
Lautan Manusia di Kota Bekasi Rayakan Tahun Baru Islam
-
Paspor Disita dan Alami Kekerasan, Kisah Pilu Pekerja Migran Indonesia di Malaysia