Ustadz Yusuf Mansur kemudian beralih ke para jamaah lain. " Siapa diantara saudara, Khan belum tentu semua punya, siapa diantara saudara yang pengen punya duit cash 10 miliar? " tanya Yusuf Mansyur yang dibalas tanpa jawaban.
" Kalau pengen punya 10 miliar, sedekah satu miliar donk, " ucapnya lagi. Ia pun kemudian memulai pertanyaan untuk jamaahnya bersedekah.
" Oke kalau gak ada start dari 100 juta, ada gak? Kalau gak ada start dari 10 juta ada gak? Kalau gak ada start dari sejuta ada gak? " tanya Ustadz Yusuf Mansyur kepada para jamaah.
Sampai akhirnya Ustadz Yusuf menanyakan kepada pria pertama apakah ia memiliki harta benda berupa motor, dan saat si pria menjawab bahwa ia memiliki maka Ustadz Yusuf Mansur langsung mengiyakan sedekah dari pria tersebut berupa sebuah motor.
" Oke sip kita Terima motornya bukan yang 500 ribunya, " katanya sambil menjabat tangan pria tadi
Kemudian jamaah pria kedua mengenakan kemeja hitam yang diduga memberikan sebuah mobil juga diberikan petuah tentang sedekah yang ia jalankan tak akan sia-sia.
" Saya kasih tau cara seperti ini ya, begitu sedekah ni Avanza, mas gak hilang ni mobil, karena tetap punya mobil yakni mobil kijang, bedanya mobil kijang ini sewaan, bisa dipake selama 6 bulan, bagaimana nanti bulan ke tujuh? Bulan ketujuh kita serahkan sama Allah SWT, " sambungnya.
Pria tersebut sempat terdiam, kemudian Ustadz melanjutkan. " Allah SWT akan mengganti 100 juta dikali 10, satu miliar, satu miliar beli aja mobilnya lagi, " ucap Yusuf Mansur.
Begitulah cuplikan beberapa ceramah Ustadz Yusuf Mansur yang menggalang dana sedekah yang kini kembali beredar luas dan viral di media sosial.
Sedekah yang digalangkan berupa mobil, motor, perhiasan ataupun uang tunai. Warganet yang menyaksikan video tersebut beramai ramai memenuhi kolom komentar.
" Keji, kejam, semoga diampuni dosanya Yusuf Mansur, dan korban diberikan Allah rejeki yang melimpah, " tulis akun Sultan Wil***.
" Berhati hatilah jika ada orang yang mengaku Ustadz atau biasa dipanggil Ustadz tapi mengajarkan cinta dunia, " sahut akun Uji***.
" Kasihan sekali para korban tertipu investasi berkedok agama, semoga proses hukum cepat dilakukan agar tenang hati para korban, " ucap akun Fabi***.
" Allahu Akbar, mudah mudahan Allah SWT langsung mengazab orang orang yang mengambil keuntungan atas nama agama untuk pribadinya sendiri, " tulis akun Fadlul A***.
Kontributor : Ririn Septiyani
Berita Terkait
-
Tolong Carikan Kerja untuk Wanita Ini: Dia Dipecat Gara-Gara Tolak Ajakan Mesum Bosnya
-
5 HP Dual Record Video dengan Harga Terjangkau untuk Konten Vlogging Kreator Pemula
-
Rincian Anggaran Pemkot Banjarmasin Viral, Belanja Susu dan Buah Wakil Wali Kota Tembus Rp228 juta
-
Viral Siswi SD di Palembang Jadi Korban Rudapaksa, Alami Kondisi Serius hingga Jalani Operasi
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Bukan Sekadar Event, Ini Cara Specteve Membuktikan Bekasi Punya Identitas Kultural
-
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Eksploitasi Anak
-
Kemendagri Percepat Dokumen Kependudukan Keluarga Korban Kecelakaan KRL
-
Tersangka Pencabulan 50 Santriwati di Pati Belum Ditahan, KPAI: Pelaku Harus Dihukum Berat!
-
130 Sekolah Dasar di Kabupaten Ini Tidak Punya Kepala Sekolah