SuaraBekaci.id - Menjelang acara Reuni 212 yang akan diselenggarakan pada 2 Desember 2021 membuat sejumlah umat Islam di seluruh daerah khususnya di Kabupaten Karawang akan ikut serta menghadiri acara tersebut.
Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Front Persaudaraan Islam (FPI) Karawang, Tomi Miftah Faried mengungkapkan pihaknya massa karawang gabungan organisasi masyarakat dan perorangan diperkirakan mencapai 2000 orang.
Tomi Miftag Faride pun mengatakan, pihaknya masih menunggu kabar terkait dilaksanakannya acara tersebut.
"Kalau kami melihat perkembangan saja, karena kan ini berubah-ubah terus, di Monas tidak bisa, kemudian di Patung Kuda, kemudian ke Sentul, sekarang ada wacana kan sekarang Sentul sudah tidak bisa karena ditolak oleh Kapolres Bogor, jadi wacananya kembali lagi ke Patung Kuda lagi," kata dia ketika dihubungi SuaraBekaci.id, Rabu (1/12/2021).
"Jadi belum jelas juga sampai detik ini. Jadi para pimpinan tuh belum memberikan keputusan ke mana ke mananya. Tapi hampir dipastikan akan banyak juga yang berangkat," imbuh dia.
Tomi menambahkan, untuk massa yang hadir dari wilayah Kabupaten Karawang untuk acara yang diselenggarakan setiap satu tahun tersebut diperkirakan mencapai ribuan.
"Itu elemen 212 bukan hanya FPI, kalau prediksi saya yang pasti di atas 2.000, itu saya berdasarkan dari berbagai elemen yang akan berangkat ke sana," kata dia.
Untuk massa yang hadir itu, lanjut Tomi, lebih banyak dihadiri dari luar organisasi atau perorangan.
"Jauh lebih banyak, yang sendiri-sendiri jauh lebih banyak. Itu yang tidak disadari bahwa mereka nyangkanya FPI saja, elemen FPI itu tidak lebih dari 10 persen malah," ungkapnya.
Baca Juga: Polisi Larang dan Ancam Pidana Peserta Reuni Akbar, Ketua PA 212: Tidak Adil
Alasannya, tambah dia, mayoritas mereka berangkat sendiri karena inisiatif sendiri.
"Mayoritas sih inisiatif sendiri, bahkan dari awal juga dulu reuni 212 ini mungkin dari Karawang ini ada puluhan ribu, tapi itu mereka bergerak sendiri-sendiri. Kalau organisasi-organisasi itu ada koordinasi lah setidaknya," tutur dia.
Kemudian, untuk kendaraan yang akan ditumpangi mereka, pada awalnya pihaknya ingin menyewa bus untuk pemberangkatan, hanya saja pihak dari bus tersebut membatalkannya lantaran terlalu beresiko.
"Biasanya itu ada berbagai, setelah dikonfirmasi ternyata dari pihak perusahaan bis membatalkan karena untuk 212 terlalu beresiko. Ada yang pakai mobil pribadi, menggunakan motor dan juga ada yang menggunakan kereta," kata dia.
Hingga kini, pihaknya masih menunggu kabar terbaru terkait acara Reuni 212 jika memang acara tersebut jadi diselenggarakan.
"Menunggu kabar ya, sebetulnya jadi atau tidaknya kami bergerak tidak ada instruksi. Kalau misalnya ada lampu hijau dari sana jadi betul di sana sudah jadi kita berangkat ke sana," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Ruang Raya Karawang 2026 Bakal Digelar Pekan Ini
-
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Kena Intimidasi di Karawang, Kaca Bus Pecah Dilempar Batu
-
Viral Video Bus Rombongan AMPB PATI Diserang OTK di Tol Karawang
-
Solusi Gaji PPPK Nunggak: 3 Skema Bantuan Rp18,9 T Wajib Nyata, Jangan Cuma di Atas Kertas
-
FPI hingga Emak-emak Petamburan Aksi di Tanah Abang, Suarakan Tolak Peredaran Tramadol
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak